Si Chemong dalam Pendekatan Pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) untuk Meningkatkan Literasi dan Keterampilan 4C Peserta Didik di SMA Negeri Sumatera Selatan

Bertugas di sekolah unggulan seperti SMAN Sumatera Selatan memberikan tanggung jawab moril pada diri pribadi sebagai seorang guru baru di sekolah tersebut. Apakah penulis mampu memberikan yang terbaik? Apakah para peserta didik bisa menerima pembelajaran dengan menyenangkan? Apalagi mata pelajaran yang penulis ampu adalah kimia, yang merupakan mata pelajaran tergolong baru dan kurang familiar bagi para siswa kelas X. Karena selama ini, di SMP kimia masih terintegrasi dalam IPA dan porsi materinya masih sedikit. Namun ini menjadi PR besar bagi kami, para guru kimia untuk senantiasa bisa menyelenggarakan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan abad ke-21 yaitu kecakapan literasi sains melalui pendekatan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dan 4C (Communication, Collaborative, Critical Thinking, and Creativity).

Abad ke-21 ini merupakan era teknologi yang sebelumnya dijelaskan bahwa pada era ini diharapkan para guru mampu mengembangkan peserta didik dalam bidang literasi sains dan keterampilan 4C. Pembelajaran sains pada hakekatnya adalah mendalami kebesaran Tuhan melalui fenomena alam yang dapat teramati. Dari fenomena yang terjadi, kemudian para ilmuwan meneliti dan akhirnya mencetuskan sebuah teori pendukung terkait fenomena tersebut. Sehingga bila kita tinjau dari prosesnya, sains ini akan sangat bermakna jika dimulai dengan pengamatan fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Namun pada kenyataannya, kebanyakan guru menyampaikan materi berupa teori, teori, dan teori. Yang tadinya sains sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, seolah menjadi mata pelajaran yang bersifat abstrak.

Menurut Chittleborough (2007) kimia adalah salah satu rumpun mata pelajaran sains, yang bersifat abstrak dengan memadukan pengamatan fenomena yang terjadi secara makroskopik, berdasarkan penjelasan level partikulat (atom, ion molekul), yang kemudian disederhanakan melalui bahasa kimia (simbol). Saat mata pelajaran abstrak diajarkan dengan cara yang abstrak, tentulah akan membuat peserta didik semakin kebingungan dan merasa kimia adalah pelajaran yang sulit. Bahkan saat pertama kali penulis masuk di salah satu kelas X di SMAN Sumsel ada seorang peserta didik yang menyatakan sebenarnya kita belajar kimia untuk apa? Mengapa kimia itu seperti pelajaran aneh? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan negatif sejenis yang mereka ungkapkan.

Salah satu topik kimia di kelas X yang menjadi horor bagi peserta didik adalah hukum dasar kimia dan stokiometri. Karakter topik ini penuh konsep, abstrak, dan banyak perhitungan. Diperlukan kemampuan siswa untuk memahami konsep, menalar, berpikir kritis atau bisa kita sebut butuh kemampuan literasi sains dan 4C ini. Beberapa metode pembelajaran pun telah diuji cobakan. Namun hanya 10% setiap kelasnya yang melewati nilai KKM sebesar 75. Setelah dilakukan pengamatan, ternyata pemahaman konsep dasar peserta didik yang masih kurang. Mereka tahu bunyi satu hukum kimia, namun tidak paham aplikasinya. Ada juga yang sering tertukar antara satu hukum kimia dengan hukum kimia lainnya. Dari permasalahan ini penulis pun mencoba untuk menggunakan metode penugasan lagu kimia, yang dalam hal ini penulis istilahkan sebagai Si Chemong (Science Chemistry Song). Karena berdasarkan Sugiarto (2011) yang menyatakan musik/ lagu membuat suasana belajar semakin nyaman, bahkan dapat menenangkan dan menyeimbangkan kerja otak. Sehingga diharapkan konversi kimia lewat seni akan membuat peserta didik nyaman belajar, minimal senang dengan kimia.

Mengapa penulis antusias Si Chemong ini bisa menjembatani siswa untuk meningkatkan literasi sains dan keterampilan 4C? Penulis melihat dalam proses pembuatan Si Chemong ini yang ternyata memuat metode untuk meningkatkan literasi sains dan keterampilan 4C. Yaitu:

  1. Peserta didik membaca kembali konsep materi kimia sesuai penugasan masing-masing kelompok

Pada tahap ini siswa akan berliterasi dengan harus membaca dan mencari referensi. Dalam pelaksanaannya, kemampuan berkolaborasi dan berkomunikasi sangat diperlukan antar anggota kelompok.

  1. Peserta didik merancang lirik lagu dengan memuat isi materi kimia yang ditugaskan

Pada tahap ini siswa kembali menggunakan kemampuan berpikir kritis dan kreatifnya di dalam kelompok. Setiap kelompok bebas menentukan lirik, asal tidak menyimpang dari inti konsep materi kimia tersebut. Selain itu pada tahap ini keterampilan komunikasi antar anggota semakin terlatih.

  1. Peserta didik merekam lagu tersebut, yang kemudian dinyanyikan dan direkam per kelompok dan mengunggahnya di akun media social sepeti youtube

Pada tahap ini siswa berlatih secara kreatif untuk bisa menampilkan yang terbaik dari hasil perencanaan dan latihan mereka. Di sini akan terlihat mana kelompok yang anggotanya berkolaborasi dengan baik, dan mana yang kurang.

Dari ketiga tahapan pokok tadi, bisa kita lihat penugasan Si Chemong ini mengakomodasi literasi sains dan melatih 4C peserta didik. Dan secara praktis, dalam proses pembuatan lagu Si Chemong, peserta didik sudah melakukan pendekatan pembelajaran yang terintegrasi, yang sekarang terkenal dengan istilah STEAM. Berikut rincian pendekatan pembelajaran tersebut pada tiap tahapannya:

  1. Science

Topik yang dipelajari peserta didik adalah kimia yang merupakan bagian dari sains.

  1. Technology dan Engineering

Peserta didik menggunakan alat perekam video, video editor, intrumen musik, dll yang merupakan bagian dari teknologi. Serta proses unggah video tersebut ke akun media sosial seperti youtube.

  1. Art

Meskipun bukan pelajaran seni, ternyata kimia pun bisa dipadukan dengan seni. Mengonversikan konsep kimia ke dalam bentuk lagu, bisa dengan cepat membuat seseorang ingat dan tidak akan mudah lupa.

  1. Mathematics

Matematika yang menjadi konsep dasar bagi setiap disiplin ilmu, dan dalam topik stoikiometri ini dibutuhkan kemampuan matematis.

       Rincian tahapan dan pelaksanaan Si Chemong yang ternyata mencakup kemampuan literasi sains dalam STEAM dan keterampilan 4C diharapkan bisa menjadi alternatif solusi best practice untuk para guru kimia dalam menjembatani materi yang tergolong sulit, namun memerlukan hapalan dan pemahaman konsep dasar. Secara analisis kuantitatif memang diperlukan uji coba terbatas dalam penelitian pengembangan selanjutnya.

Berikut contoh video kelompok siswa yang sudah saya unggah di akun youtube:

 

Referensi:

  1. Chittleborough, G. (2004). The Role of Teaching Models and Chemical Representations in Developing Students’ Mental Models of Chemical Phenomena (Doctoral Thesis, Curtin University, Perth, WA). Retrieved from https://espace.curtin.edu.au/handle/20.500.11937/763
  2. Sugiarto, I. (2011). Cara Mengoptimalkan Daya Kerja Otak dengan Berpikir Holistik dan Kreatif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Palembang, Juni 2019

Tulisan ini diikutsertakan dalamLomba Internal Guru SMAN Sumatera Selatan

Perlukah Salat Sunah Rawatib Saat Haji dan Umrah?

Bahasan ini memerlukan pengetahuan agama yang mumpuni. Ada sebagian yang berpendapat sebaiknya kita memperbanyak thawaf sunnah saat ibadah haji dan umrah. Namun ada juga yang menyatakan tetap salat sunah dianjurkan. Karena kita tahu pahala salat di masjidil haram ini begitu besar.

Beberapa referensi sebagai pengetahuan mengenai masalah ini, bisa kita simak di ceramah ustadz dan penjelasan beberapa situs keagamaan seperti https://islamqa.info/id/answers/34869/kekeliruan-saat-masuk-masjidil-haram

Sehingga dari sini kita sadar, masih banyak ilmu agama yang perlu kita kaji dan pelajari. Karena masih banyak hal yang belum kita ketahui.

Madinah dan Kenangannya

Setelah melaksanakan haji wada’, itu artinya kami akan segera melakukan perpisahan dengan kota Mekkah. Sekitar tengah hari rombongan HIS bergegas untuk meninggalkan Mekkah. Dengan menggunakan bus kami akan menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam ke kota nabi, tempat hijrah nabi, yaitu Madinah almunawwaroh alias kota yang bercahaya. Di perjalanan kami mendapat kabar duka. Salah satu jama’ah rombongan bus lainnya harus berpulang. Beliau adalah Hiroshi san, seorang muallaf Jepang. Selama interaksi di tenda ikhwan, suami bilang kondisi kesehatan beliau memang sedang tidak fit. Namun semangatnya untuk menunaikan ibadah ini begitu tinggi. In sya Allah husnul khatimah Ya rabb…

Ada sejumlah prosedur yang kami ikuti untuk meninggalkan Mekkah ini. Seperti pengecekan di pintu keluar, dll. Alhamdulillah kami sampai di Madinah sekitar waktu isya. Saya memilih untuk beristirahat dulu di hotel, sementara suami langsung bersama rombongan bapak-bapak ke masjid. Semua rombongan HIS baik itu yang transit Filipina, yang menggunakan Ettihad, ataupun rombongan saya yang transit di Colombo Srilanka, ditempatkan di satu hotel yang sama yaitu Riadh Alzahra Hotel. Letak hotel ini tidak jauh dari Masjid Nabawi, yaitu di belakang perpustakaan King Abdul Azis. Hanya sekitar 3-5 menit kami bisa masuk ke masjid melalui pintu no. 7 atau 8.

Madinah ini adalah kota yang hijau, banyak pohon kurma terdapat di mana-mana. Sehingga konon harga kurma di sini lebih murah dibandingkan di Mekkah. Dan yang paling membuat saya menangis, terharu, dan bahagia adalah saat akan memasuki raudoh untuk mengunjungi makam nabi Muhammad saw. Hati ini sedih dan membayangkan seandainya diri ini bisa berada di zaman nabi dan para sahabat,  belajar agama langsung, menanyai masalah keagamaan secara langgsung, dll. Tidak bisa tergambarkan bagaimana terenyuhnya hati ini. Kenangan selama di Madinah ini, saya tuliskan di beberapa postingan, seperti:

Menjadi Lidah Arab Selama di Mekkah, Kembali Meng-Indonesia di Madinah

Madinah dan Pengalaman Masuk Taman Surga Raudhoh

Sightseeing di Madinah: Masjid Kuba, Kebun Kurma, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud

Masya Allah, sama rindunya dengan Mekkah. Madinah ini menyimpan banyak kenangan. Dan dari suami berdasarkan salah satu riwayat hadits, akhirnya saya tahu, kota Madinah ini adalah salah satu kota yang tidak akan bisa dimasuki dajjal juga. Semoga kita diberikan kesempatan untuk bisa kembali ke tempat ini. aamiin,

Info Haji dari KMII Jepang

Mudahnya pergi haji dari Jepang, ternyata belum terlalu diketahui banyak orang terutama warga Indonesia yang sedang bermukim di Jepang sana. Padahal ternyata info haji dari Jepang ini difasilitasi dengan sangat baik. Mulai dari travel penyelenggara yang menyediakan informasi secara lengkap via media sosial, web, ataupun kita bisa mengontak langsung via email ataupun telpon. Dan ternyata KMII (Keluarga Masyarakat Islam Indonesia) di Jepang, yang berpusat di Shinagawa, Tokyo turut serta berbagi info tentang haji dari Jepang ini. Kita bisa membuka web nya di http://www.kmii-jepang.net/haji/faq-haji/ atau ada info secara lengkap di fb KMII-Jepang. Silakan untuk selalu memantau informasi dari media-media tersebut. 🙂

Jambee Kleng dan Pineung: Tanaman Potensial Aceh Timur untuk Pembelajaran Kreatif Kimia Topik Asam Basa

Mengabdi di daerah terpencil bukan berarti menyurutkan langkah dan semangat para pendidik profesional untuk terus belajar berinovasi dan semakin kreatif dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Teringat dengan motivasi dari Bapak Dr. Wawan Wahyu, S.Pd., M.Pd, seorang dosen hebat selama saya studi di S1 Jurusan Pendidikan Kimia UPI yang fokus mendalami pembelajaran kimia, menyampaikan saat seorang guru berada di daerah terpencil sekalipun, tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan praktikum. Tidak boleh kita jadikan alasan bahwa di daerah terpencil serba terbatas, tidak ada bahan dan alat kimia. Karena sejatinya kimia merupakan mata pelajaran rumpun sains, yang dalam pembelajarannya sudah seharusnya kita kenalkan sifat ilmiah kepada siswa untuk belajar menjadi ilmuwan dengan melakukan penelitian. Bukan sekadar menuliskan teori, menjelaskan konsep, menghapal rumus, dan menyelesaikan soal. Saat itu beliau menggambarkan konsep destilasi (penyulingan) dengan menggunakan inovasi alat sederhana. Dari pembelajaran dengan beliau, ada sebuah tanggung jawab bagi kami, para guru kimia, untuk bisa menjalankan amanah yaitu pembelajaran kimia kreatif dengan menggunakan praktikum meskipun hanya menggunakan media berupa alat dan bahan seadanya.

Setelah mendapatkan amanah tersebut dan kami tiba di tempat penugasan rasanya memang sangat berbeda. Mendidik di sekolah yang serba lengkap alat dan bahan praktikumnya, sungguh sangat mudah. Saat itu saya ditugaskan di sekolah yang jika dibandingkan dengan teman-teman lainnya memang masih harus saya
syukuri. Sekolah tempat tugas saya adalah Sekolah Menengah Atas, yang ternyata alat-alat praktikum kimianya tergolong cukup lengkap. Namun tantangan saat itu adalah menghidupkan kembali laboratorium yang sudah lama penuh debu, dan alat praktikum hibah yang belum tersentuh sama sekali.

Tantangan kembali datang saat akan melaksanakan praktikum asam basa. Kertas lakmus dan indikator universal saat itu tidak ada sama sekali di sekolah. Namun saya teringat, kita bisa menggunakan indikator alam dari tumbuhan sekitar sebagai penggantinya. Di bangku sekolah maupun buku pelajaran, kita familiar menggunakan kunyit, daun kertas (bougenville), ataupun kol ungu sebagai indikator alam. Perubahan warna yang mencolok dari ketiga tanaman tadi memang bisa kita manfaatkan untuk pembeda mana larutan yang bersifat asam, dan mana yang basa. Tetapi, apa jadinya jika di tempat penugasan tidak ada kol ungu? Apalagi harga kol ungu ini sangat mahal, dan biasanya hanya dijual di pasar besar atau supermarket. Berarti sebuah pembelajaran kimia kreatif dengan menggunakan bahan alami lainnya harus kita temukan.

Screenshot_799

Beberapa contoh tumbuhan untuk indikator alami asam basa. Sumber: https://www.amongguru.com/pengertian-dan-jenis-jenis-indikator-asam-basa-beserta-contohnya/

Melihat daerah penugasan di Kabupaten Aceh Timur yang kaya akan tanaman jamblang (jambee kleng) dan pinang (pineung), terlintaslah sebuah ide untuk mencari referensi terlebih dahulu tentang kedua tanaman tersebut. Tanaman jamblang memiliki buah buni yang berbentuk lonjong atau bulat telur dengan daging buah berwarna putih kekuningan hingga warna keunguan. Jika kita tambahkan jambee kleng ke larutan asam kuat seperti H2SO4 (asam sulfat) akan memberikan warna merah, sementara saat ditambahkan ke larutan asam lemah seperti CH3COOH (asam cuka) akan memberikan perubahan warna menjadi pink. Pada basa kuat, akan memberikan perubahan warna hijau dan biru muda pada basa lemah. Karakter tanaman jambee kleng dalam memberikan perubahan warna pada larutan sangat mirip dengan kol ungu, yang bisa kita gunakan sebagain indikator universal. Namun tentunya lebih murah dan mudah didapatkan bukan? Karena kita tinggal memetik buah dari pohon ini di sekitar area sekolah atau sekitar hutan-hutan.

Begitupun dengan buah pinang. Hasil ekstraksi buah pinang yang berwarna oranye ini akan memberikan perubahan warna oranye terang pada larutan asam. Sedangkan pada larutan basa tetap oranye. Sehingga kita bisa simpulkan buah pinang ini berpotensi sebagai indikator basa yang menimbulkan perubahan hanya pada larutan basa. Karakter buah pinang ini mirip dengan kunyit.

Ternyata benar adanya jika alam ini sangat kaya. Tinggal bagaimana seorang guru bisa mengkreasikan dan menggali kekayaan alam tersebut untuk terwujudnya pembelajaran sains seperti kimia yang semakin kreatif, meskipun di daerah terpencil sekalipun.

Palembang, Juni 2019

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis artikel peringatan harlah ke-4 MSI (Masyarakat SM-3T Indonesia)

Jangan Menyerah Ketika Mulai Berhijrah

Assalamualaikum wr.wb,

Sepertinya sudah lama tidak menyapa blog ini. Dan sekalinya ada tema menarik, langsung terpikir untuk segera menuliskannya. Hijrah, satu kata yang menarik untuk diceritakan. Dan kata ini mengandung makna yang mendalam bagi setiap orang yang melakukannya. Sebut saja bagaimana peristiwa hijrah Rasul dari Mekkah ke Madinah, dalam rangka memperluas dakwah islam di muka bumi ini. Lambat laun kata hijrah pun mengalami perluasan makna, yang tidak hanya berarti pindah tepat. Memilih untuk berpindah ke hal yang lebih baik pun ternyata disebut hijrah. Dan saya akan menuliskan cerita hijrah saya di artikel kali ini.

Bagi saya mendengar kata hijrah selalu teringat lagu Bestari, yang liriknya sebagai berikut:

Telah kuputuskan untuk selalu taat hanya satu kepada Allah
Bukan pada dunia yang membuatku lupa dan terjebak nafsu durjana
Sungguh aku ingin masuk surga, tak ingin neraka yang menyala

Lalu aku pun berubah tinggalkan masa laluku yang gulita
Berpakaian Islami walau dilarang mami namun Allah tetap dihati.
Sungguh aku ingin masuk surga, jadi aku ingin insyaf saja..

**
Semua kawanku bilang
Aku tak lagi menawan
Rambut tak kelihatan
Muka tanpa polesan
Body kupun tidak dipamerkan

Sholatku jadi rajin nyontekpun kutinggalkan mengkaji Qur’an kegemaranku
Lalu doiku lari, kawan-kawanku pergi, namun Allah tetap di hati.
Sungguh aku ingin masuk surga, jadi aku ingin insyaf saja..

Lalu aku pun berubah tinggalkan masa laluku yang gulita
Berpakaian Islami walau dilarang mami namun Allah tetap dihati.
Sungguh aku ingin masuk surga, jadi aku ingin insyaf saja..

Cerita hijrah ini pasti sering kita dengar, dan saya pun mengalaminya. Berubah penampilan menjadi semakin baik, dengan berpakaian islami. Memutuskan tidak pacaran, dan lebih bertahan sebagai jomblo. Alhamdulillah, untuk urusan pakaian saya sudah dikenalkan keluarga sejak kecil untuk berhijab. Meskipun baru sepenuhnya menggunakan gamis saat di bangku kuliah. Untuk urusan pacaran pun, alhamdulillah tidak pernah sekalipun saya terbujuk. Melihat teman yang pacaran, rasanya melelahkan. Terkadang menangis mendadak, khawatir berlebihan, bahkan uring-uringan tidak karuan. Jelas dari situ saya semakin yakin, NO PACARAN. Dan agama pun sudah jelas melarangnya, Jangan mendekati zina. Dan jelas-jelas pacaran adalah aktifitas yang mendekatkan kita pada zina. Hm, hm, hm.

Namun di keluarga kami masih mengenal bank konvensional. Dimana transaksi di sana masih saja kita tidak bisa mengelak dari riba. Meskipun saat ini sudah ada solusi bank syariah, namun ternyata praktek untuk bisa total syariah juga masih sulit. Lalu bagaimana? Guru agama saat di aliyah dulu memberikan solusi sebagai berikut: Kita pantau terus bunga yang dikasih bank. Biasanya tabungan yang sedikit, bunganya pun sedikit. Beliau menyarankan buka tabungan khusus untuk penyimpanan bunga yang didapat dari rekening sebelumnya. Akun tabungan khusus bunga tadi, bisa digunakan untuk kepentingan umum seperti membeli lampu untuk penerangan di jalan umum. Memang sulit, tapi daripada tidak sama sekali.

Ada juga cerita teman yang totalitas berhijrah dengan cara berhenti dari pekerjaannya sebagai pegawai bank. Patut diacungi jempol. Namun jika masih ada yang sulit untuk berhenti, jangan lantas kita olok-olok. Yakinlah setiap orangg itu pasti tidak mau terlibat dengan riba ini.

Masih banyak cerita hijrah dari riba ini. Tentunya sangat panjang kalau diceritakan dengan detail. Intinya beranilah berhijrah, meskipun itu sulit!

Palembang, Mei 2019

 

 

Mual Saat Hamil Muda? Coba Tips Berikut untuk Antisipasi

Kehamilan adalah suatu anugerah tersendiri bagi para wanita. Coba bayangkan ada makhluk lain yang merupakan darah daging sendiri yang sedang bersemayam dalam rahim, selama 9 bulan ke depan. Namun kebahagiaan ini biasanya akan sangat mengganggu di tri semester pertama. Perasaan mual ingin muntah dan sakit kepala, sering menjadi keluhan kebanyakan ibu hamil. Sampai terkadang ibu hamil harus diopname karena tidak adanya asupan makanan, karena mual tadi. Nah, ternyata ada tips untuk astisipasi mual saat hamil muda ini, loh. Dikutip dari popmama.com (14/12/2018) berikut tips untuk mengurangi mual saat hamil muda:

Mencium Wewangian Segar

Biasanya mual terjadi karena penciuman yang semakin sensitif terhadap bau tertentu akibat meningkatnya hormon estrogen. Dengan mencium aroma alami tertentu yang segar, bisa menambah kesegaran dan pikiran bisa lebih nyaman.

Jangan Dehidrasi, Perbanyak Minum Air Putih

Cairan yang dibutuhkan saat hamil biasanya lebih banyak dibandingkan sebelum hamil. Sekitar 10-12 gelas air putih diusahakan harus diminum ibu hamil, agar suhu tubuh tetap terjaga. Ketika tubuh terhidrasi dengan baik, biasanya perasaan mual akan hilang.

Makan Dalam Jumlah Sedikit, Tapi Sering

Perasaan mual saat hamil adalah pengaruh hormon yang merangsang asam lambung meningkat. Saat mual para ibu hamil pun enggan makan. Usahakan agar kita tetap makan meskipun dalam jumlah sedikit, namun sering. Mengonsumsi makanan langsung dalam jumlah banyak bisa memperberat kerja lambung, dan resiko mual akan semakin kuat.

Konsumsi Minuman atau Permen jahe

Aroma pada jahe bisa membuat mual hilang. Jika mual datang, ibu bisa coba minuman jahe atau permen jahe.

Hindari Hal-hal yang Bisa Membuat Mual

Jika ibu bisa bertambah mual karena mencium bau tertentu, usahakan untuk menghindarinya.

Cukup istirahat

Saat mual datang, beristirahat yang cukup adalah kunci untuk mengembalikan stamina tubuh.

Itulah beberapa tips mengurangi mual saat hamil muda. Selamat mencoba!