Diposkan pada Blog Competition, Blog dan Media Sosial, Education, Ekonomi, Lomba Blog, Palembang, PGRI

Ping Ji Pang (Emping Biji Ketapang): Inovasi Siswa SMAN Sumatera Selatan

Di hari ke-4 lomba blog PGRI, saya memilih tema kewirausahaan. Ini merupakan produk inovasi siswa kami di sekolah, dan sempat diikutsertakan di lomba fiksi serta inovasi daerah. Sayangnya, di fiksi kami belum bisa tembus. Namun di Inovasi daerah, masuk 10 besar inovasi. Nama inovasi ini adalah ping ji pang. Sekilas orang-orang yang mendengar akan berpikir ini nama orang Korea. Ping ji pang merupakan singkatan dari emping biji ketapang, yaitu salah satu alternatif olahan dari biji ketapang yang kaya akan protein. Berikut lengkapnya tentang ping ji pang.

Diposkan pada Blog Competition, Blog dan Media Sosial, Buku dan Cerita, Education, Kimia, Lomba Blog, PGRI

Praktikum Home Redox Reaction di Masa Pandemi

Pada postingan kali ini, saya kembali ingin membagikan beberapa praktek pembelajaran yang bisa dilakukan selama masa daring. Terutama bagi para guru sains, pembelajaran daring ini janganlah menjadi alasan untuk tidak melaksanakan praktikum sama sekali. Karena sejatinya sains itu dekat dengan kita. Bahkan bahan-bahan dan alat-alat di dapur pun bisa kita gunakan sebagai media praktikum.

Konsep Reaksi Redoks

Kali ini saya ingin mengenalkan konsep reaksi redoks kepada teman-teman semua. Seperti yang kita tahu, reaksi redoks merupakan salah satu reaksi kimia yang terjadi di keseharian. Merupakan singkatan reaksi oksidasi-reduksi. Sederhananya contoh reaksi ini adalah paku yang berkarat serta mencoklatnya apel yang sudah dikupas dan dibiarkan kontak terbuka dengan udara.

Di kelas X SMA, kita mengenalkan konsep ini berdasarkan pengikatan-pelepasan oksigen, pengikatan-pelepasan elektron, hingga turun naiknya bilangan oksidasi. Sebagai guru biasanya kita fokus mengajarkan anak-anak kita untuk mahir menghitung bilangan oksidasi, baik itu pada keadaan unsur bebas, senyawa ataupun ion. Namun akhirnya koneksi materi ini dengan keseharian seakan terputus.

Praktikum: Metode Pembelajaran Secara Kontekstual

Untuk membuat siswa semakin sadar akan keterkaitan materi reaksi redoks dengan kehidupan, kita bisa menggunakan model pembelajaran kontekstual dengan metode praktikum. Pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and learning (CTL) adalah konsepbelajar dengan mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari- hari.

Lalu selama daring ini, apakah sulit untuk melaksanakan praktikum? Ternyata mudah. Dengan mengandalkan barang rumah tangga, siswa bisa melihat sulap kimia di aplikasi reaksi redoks dengan modal betadine dan vitamin C saja. Serta percobaan lainnya yang menggunakan uang koin, garam, dan pemutih pakaian. Berikut beberapa reaksi redoks yang bisa dilaksanakan sebagai Home Redox Reaction:

  1. Reaksi redoks betadine dengan vitamin C

Siapkan betadine dan vitamin C. Tuangkan beberapa tetes betadine ke dalam gelas yang berisi air. Terlihat gelas berwarna seperti air teh. Masukkan beberapa potong vitamin C. Aduk dan lihat hasilnya! Ajaib, warna air di gelas tadi berubah bukan?

Pada praktikum ini terdapat konsep reaksi redoks, yaitu vitamin C yang mengandung asam askorbat (C6H8O6). Asam askorbat ini mampu bereaksi dengan ion yang terdapat pada air. Di sini terlihat adanya reaksi redoks dengan tereduksinya iodin yang terdapat pada betadine dengan indikasi warna iodin yang menghilang/ warna air teh memudar dan kembali menjadi bening. Sangat menarik bukan?

Gambar: Redoks Dok: Pribadi

2. Reaksi PK dengan Bawang Merah

Ada yang tahu apa itu PK? PK yaitu kalium permanganat warnanya ungu dan biasa terdapat di apotek sebagai obat pemAu tadi. Amati apa yang terjadi! Warnanya ternyata berubah. Dan untuk mempercepat terjadinya reaksi, kita bisa menambahkan air aki sebagai katalis pada suasana asam. Dan teman-teman bisa bandingkan perubahan warnanya, mana yang lebih cepat. Berikut reaksi yang terjadi pada reaksi redoks PK dengan bawang merah. Teman-teman bisa menentukan berapa harga masing=masing bilangan oksidasinya? Lalu tentukan mana reaksi oksidasi dan mana reaksi reduksinya!

Reaksi Redoks Pada PK dan Bawang Merah. Dok: Pribadi

Demikian beberapa reaksi redoks dengan memanfaatkan bahan rumah tangga. Sangat menarik bukan? Masih banyak reaksi kimia lainnya di keseharian dan bisa kita lakukan eksperimennya, bahkan saat pandemi belajar daring sekalipun.

#LombaBlogPGRIHariKe3

Diposkan pada Blog Competition, Blog dan Media Sosial, Education, Kimia, Lomba Blog, Memories, Palembang, PGRI

Titan Adiabatis: Transformasi Game World ke Lingkungan Belajar Siswa Melalui Teknologi VR

Logo PGRI. Sumber: Blog PGRI
Sumber: Blog PGRI

Di tulisan ke-2 saya dalam mengikuti lomba blog PGRI, saya memutuskan mengulas tentang pelatihan dan kompetisi pembuatan media VR bersama Seamolec dan Millealab beberapa waktu lalu. Teman-teman pasti pernahmendengar, apa itu VR?

Virtual Reality (VR) merupakan teknologi yang membuat layar secara 3D atau 360o sehingga terkesan nyata. Teknologi ini sudah dikenal sejak dari abad 19 lalu, bermula dari lukisan mural yang dibuat senyata mungkin. Sejak itu banyak perusahaan pengembang yang tertarik untuk mengembangkan dunia VR. Salah satunya adalah perusahaan Oculus Rift pada 2016 lalu, dengan target pasar para pecinta game online. Kelebihan fungsi VR pada game ini bisa memberikan efek sensasi nyata seolah pemain berada di permainan tersebut dan bisa berinteraksi secara langsung dengan karakter-karakter yang terlibat di dalamnya. Peluang ini pun dilihat oleh pemerhati edukasi Shinta VR dengan aplikasinya millealab untuk bisa mentransformasi teknologi VR dalam permainan ke dalam lingkungan belajar siswa. Peneliti yang terdiri dari siswa dan guru di SMAN Sumatera Selatan (Saya Bu Novianti Islahiah, Bu Aspri Ayu jarlismi dan Amanda Putri Apriliani) pun turut serta merancang dan mendesain salah satu media belajar dengan teknologi VR ini dengan nama Titan Adiabatis. Yaitu media VR dengan scene berupa kelas kimia yang menggabungkan konsep alat kimia, sistem periodik unsur, dan reaksi redoks.

Spesifikasi Produk Inovasi VR

Produk inovasi ini merupakan media pembelajaran dengan teknologi VR berbasis aplikasi millealab yang sangat sesuai dengan gawai. Sehingga siswa dapat dengan mudah membuka aplikasi dan masuk ke dalam kelas yang diminta. Dengan menggunakan perangkat VR (kacamata VR) siswa pun langsung masuk ke dalam dunia pembelajaran yang menawarkan konsep menarik dan menyenangkan. Beberapa keunggulan teknologi VR secara umum ini adalah:

  1. Dapat berkeliling dunia secara virtual, terutama untuk rancangan kelas geografi
  2. Melihat objek yang sangat mikroskopis seperti gambaran virus corona, dengan aset di aplikasi untuk kelas IPA
  3. Teknologi ini diterapkan langsung kontak dengan mata. Hal ini bisa mengurangi sampah eektronik
  4. Teknologi VR dapat memberikan efek sensor dan suara

Sedangkan keunggulan teknologi VR ini di dalam dunia pembelajaran secara khusus adalah:

  1. Desain dirancang seperti pemain berada di kelas sungguhan
  2. Memudahkan pemahaman materi, karena kita bisa memberikan simulasi interaktif ataupun video di daam kelas VR ini
  3. Lengkap dengan materi dan kuis, serta siswa pun bisa melihat secara langsung nilai yang diperoleh
  4. Mudah diakses, karena siswa hanya tinggal memfokuskan mata mereka saat menggunakan kacamata tersebut untuk mencapai suatu objek tertentu

Kebaharuan di sini yang dilihat peneliti adalah transformasi VR di dunia permainan online yang ternyata bisa dibawa ke dalam dunia pendidikan. Padahal di awal kemunculannya VR ini lebih identik dengan permainan online berupa pertarungan, kekerasan, dan pertumpahan darah. Berikut contoh permainan berbasis VR:

Gambar 1. Permainan VR Urban Comando Shooting. Sumber: https://apkpure.com/

Peneliti pun mentransformasi VR ini ke dalam dunia pembelajaran dengan rancangan tampilan seperti berikut:

Pada Gambar 2. Terlihat ada tombol pop-up, dimana ketika pemain memfokuskan lensa mata ke arah bulatan tersebut akan secara otomatis pemain merasa dirinya berjalan menuju objek di sekitar arah tersebut. Dan saat mereka mengarahkan ke obyek di sekitarnya yang terdekat, mereka bisa membaca materi dan mengerjakan kuis serta melihat secara langsung nilai nya.

Gambar 2. Obyek Pop-Up Pada Kelas Kimia Sistem Periodik Unsur. Dok: Pribadi

Pada Gambar 3. Terlihat penggambaran kelas di dunia pendidikan di kemudian hari. Tidak dapat disangkal bisa jadi kelas nanti akan serba canggih menggunakan teknologi dan robotika di dalamnya. Juga terlihat ada simulasi proses titrasi pada meja guru. Sedangkan di bagian lainnya ada siswa yang sedang melaksanakan belajar mandiri dengan memerhatikan obyek di atas meja virtual dan proses korosi paku.

Gambar 3. Simulasi Proses Titrasi di Meja Guru dan Gambaran Merdeka Belajar Secara Mandiri Dok: Pribadi

Pada gambar 4. Terlihat siswa yang merupakan bagian dari tim peneliti untuk mengembangkan rancangan kelas VR ini terlihat ersemangat dan antusias memainkan kelas kimia ini.

Gambar 4. Siswa sebagai Tim Peneliti Sedang Melakukan Uji Coba VR Dok: Pribadi

Aplikasi Inovasi Teknologi dan Hasilnya

Aplikasi ini baru digunakan beberapa siswa target yaitu siswa dengan rata-rata nilai kimia yang kuraang dari KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Hasil yang diperoleh adalah motivasi dan semangat siswa belajar kimia meningkat, adanya perasaan bahwa kimia itu mudah, dan rata-rata nilai kuis mereka di atas KKM.

Prospek Inovasi Teknologi

Peluang penerapan teknologi VR di dunia pendidikan ini sangat bagus. Mengingat baru sedikit para pendidik yang merancang kelasnya dengan teknologi ini. Menurut survey yang dilakukan Samsung pada 2016 lalu, baru 2% saja guru yang merancang kelas VR dan menerapkannya di pembelajaran. Padahal di era literasi digital ini, teknologi VR sangat mendukung kemauan kaum milenial untuk semangat dan tidak merasa bosan saat belajar.

Hasil Kompetisi

Alhamdulillah tim titan adiabatis masuk menjadi finalis 10 besar VR se-Indonesia. Sangat senang dan menjadi motivasi sendiri untuk terus bisa belajar membuat media VR ini di bidang pendidikan. Dan mohon doanya karena saya sekarang tengah mengikuti seleksi ambassador VR untuk pembelajaran.

Gambar 5. Top 10. Dok: Pribadi
Diposkan pada Blog Competition, Blog dan Media Sosial, Buku dan Cerita, Kesehatan, Lomba Blog, Memories, PGRI

Covid-19 Itu Nyata

Hallo teman-teman semuanya! Pasti masih ingat di awal tahun 2020 lalu, negara kita digemparkan dengan munculnya pasien pertama positif di Indonesia. Perlahan dari satuan, puluhan, ratusan, dan tidak terasa hari ini sudah mencapai jutaan. Pada mulanya kita hanya mendengar pasien positif itu adalah orang yang tidak kita kenal sama sekali. Namun perlahan di antara pasien positif itu adalah teman, tetangga, keluarga, atau bahkan ANDA sendiri.

Bagi sebagian orang yang masih menganggap covid-19 ini konspirasi, mohon dipikirkan dengan bijak. Betapa sudah banyak tenaga medis sebagai garda terdepan yang menjadi korban. Dan ini adalah cerita saya yang sangat sedih sekalihgus semakin sadar bahwa covid-19 jangan dianggap sepele. Kisah awal tahun 2021 yang penuh ujian, karena saya mendapatkan kabar bahwa mama positif terkena covid-19.

Di awal tahun 2021 saat saya mencoba menghubungi mama via whattsapp video, dan saat itu mama saya terkena sakit. Beliau bilang ini sakit biasa, persis seperti tahun lalu pasca liburan ke pantai. Bedanya saat sakit tahun lalu, di rumah lengkap ada anak, menantu, dan cucu. Namun sakit beliau di tahun ini, hanya beliau sendirian di rumah. Anaknya semua merantau. Posisi saya yang masih tergolong dekat, yaitu Palembang ke Sukabumi. Sementara teteh dan Deami sedang berada di Jepang dan Estonia (Eropa) untuk melanjutkan S2 serta bekerja di sana. Apakah langsung terdeteksi sebagai covid? Tentu tidak! Mama bilang hanya merasa pusing karena kehujanan dan batuk itu efek kehujanan. Akhirnya mama minta dibelikan obat batuk. Saya pun meminta bantuan ojol untuk membelikan obat batuk dan pilek beliau. Serta makan siang yaitu kupat tahu kesukaanya. Namun saat saya coba kembali menelpon beliau, mama merasa sangat lemah dan tidak kuat.

Akhirnya mama memutuskan untuk diinfus ke RS. Langsung dibawa ke IGD dengan bantuan saudara kami di sana. Sedih, rasanya saat itu juga ingin pulang dan terbang ke Sukabumi. Di waktu yang bersamaan uak pun (kakaknya Mama) dirawat. Dan pada malam harinya kami sangat kaget mendapatkan kabar duka bahwa uak sudah berpulang. Saat itu juga rasanya tidak keruan. Dan siang hari saat saya mencoba kembali menelpon mama, beliau memaksa pihak RS untuk pulang. Karena beliau merasa sudah baikan. Akhirnya mama pun pulang. Namun di subuh keesokan harinya, beliau kembali down. Saat ku coba menelpon, di rumah terdengar suasana yang sedang ramai dan panik untuk memesan mobil dan ambulance untuk beliau. Seketika saya meraasa jadi anak yang tidak berguna. Ingin pulang keadaan tidak memungkinkan. Karena saya kerepotan harus pulang membawa dua anak saya yang masih ekcil, sementara suami masih di luar kota. Akirnya saya hanya bisa memantau dari jauh.

Kami, anak-anak mama pun menyarankan mama untuk di bawa ke salah satu RS swasta dengan harapan mendapatkan pelayanan terbaik. Dan dugaan saat itu adalah mama terkena covid. Beberapa gejala sudah mengarah ke sana yaitu demam, sesak nafas, dan batuk yang tidak berkesudahan. Untuk mendapatkan penanganan ada surat pernyataan yang harus kami tanda tangani. Isi pernyataan itu membuat saya menangis tidak karuan. Karena ada pernyataan, bisa jadi kondisi pasien memburuk saat di ruang isolasi dan jika meninggal setuju dimakamkan secara covid. Dengan berusaha berpikir secara tenang, kami pun menyetujui isi formulir tadi dan menandatanganinya. Minimal mama sudah mendapatkan penanganan dan perawatan terlebih dahulu. Dilakukan swab pertama dan hasilnya akan keluar dalam waktu tiga hari.

Akhirnya setelah tiga hari, hasil swab pun keluar dan mama positif. Beliau harus dipindahkan ke ruangan isolasi di RS tersebut. Setiap hari saya kontrol keadaan beliau dengan menelpon RS dan bertanya pada suster jaga. Karena kondisi mama yang sangat lemah saat itu. Jika harus berdoa sama Allah, rasanya saya ingin menggantikan posisi mama yang sedang sakit. Namun qodarullah, ini adalah ujian. Kami hanya bisa berdoa untuk kesembuhan beliau.

Tes swab kedua, ketiga, hingga keempat masih saja positif. Namun alhamdulillah, ada perkembangan yang sangat baik dari mama. Sesak perlahan mulai menghilang, batuk pun sudah tidak sesering di awal. Namun rasa lemas dan susah tidur masih mama rasakan. Tepat 22 hari mama diisolasi, dan keadaan beliau sudah stabil. Pihak RS pun mengizinkan beliau pulang untuk isolasi mandiri di rumah. Semoga ini menjadi kabar baik dan hasil swab kelima mama negatif hasilnya.

Dari sini kami banyak belajar, bahwa covid-19 benatr-benar ada. Jangan menganggap sepele. Selalu jaga kondisi tubuh, terapkan protokol kesehatan. Dan fokuslah untuk selalu menjaga iman, imun dan rasa aman kita 🙂 Semoga yang masih berjuang untuk sembuh, diberikan kemudahan untuk sembuh. Semangat!

Palembang, 1 Februari 2021