Diposkan pada Haji, Jepang, Memories, Travelling, Uncategorized

Prosedur Berangkat Haji dari Jepang: Apa yang harus Dipersiapkan?

Bismillahirrahmanirrahim…

Masih dalam rangka berbagi kisah dan pengalaman saat berhaji tahun 2018, in sya Allah selain postingan beberapa artikel sebelumnya, di postingan tiap hari Sabtu ada berbagi kisah menulis bareng dalam collaborative blogging dengan Mba cantik dan pintar, ahli statistika, dan kini sedang menjalankan tugas belajar dengan beasiswa Bappenas yaitu…

Mba Nurin Ainistikmalia

Di postingan pertama, Mba Nurin sudah membuka dengan ciamik (:D) cerita berhajinya. Bagi yang masih belum baca, bisa diklik di sini.

Haji reguler indonesia vs kuota jepang

 

Dan untuk Sabtu manis ini, kami akan membahas persiapan keberangkatan haji. Tentunya akan berbeda dan sangat menarik ketika mengetahui persiapan keberangkatan di Jepang dan hajj kuota di Indonesia.

Persiapan Berhaji dari Jepang

Berangkat haji dari Jepang berarti menuntut kemandirian. Secara, haji di sini tidak diurus pemerintah. Hanya travel-travel tertentu yang membuka pendaftaran haji. Bahkan ada travel yang menyebut sebagai paket wisata. Padahal bagi kita berhaji adalah perjalanan keimanan dan ketakwaan. Dimana berhaji adalah ibadah yang tidak hanya menuntut iman kita, namun kepasrahan kita baik dari segi fisik dan materi.

Nah karena harus mandiri inilah, wajib hukumnya kita kepo-kepo sama pihak travel. Di Jepang sekarang ada tiga travel yang mengurus haji. Yaitu Mian travel, Air 1 travel, dan His travel. Untuk penjelasan rincinya pernah saya bahas di artikel sebelumnya di sini. 

Tahun 2018 pembukaan pengumuman dimulai 2 bulan sebelum Ramadhan. Saat itu baru satu travel yang mengumumkan harga paket haji tahun itu. Ke-kepoan saya pun meningkat, dan akhirnya mencoba menghubungi pihak travel sekadar untuk bertanya terlebih dahulu. Karena saat itu memang masih belun terlalu yakin. Ingin pergi, namun banyak pertimbangan. Singkat cerita setelah beberapa bulan, saya dan suami memantapkan niat untuk berhaji dan alhamdulillah menjelang Ramadhan masih ada kursi yang tersisa. (Sekadar informasi untuk sekarang animo muallaf Jepang dan warga non Jepang yang ada di sana semakin meningkat untuk berhajj. Jadi kalau bisa segera deposit dan hubungi travel, jika sudah fiks akan berangkat).

PhotoGrid_1539414727235

Nah kalau sudah fiks, niat kuat in sya Allah serahkan semuanya sama Allah. Tinggal persiapkan yang lainnya. Beberapa hal yang harus dipersiapkan adalah:

Persiapkan Dokumen

Sip, kalau sudah berniat haji segera cek dokumen teman-teman. Terutama masa tinggal di KTP dan visa di paspor. Ya, setiap orang yang tinggal di Jepang lebih dari 3 bulan bisa mendapatkan KTP atau residence card. Misal si A sekolah/ bekerja di Jepang. Dia bisa mengajak istri/ suami dan anaknya untuk tinggal di Jepang dan mendapatkan KTP ini. Gimana dengan orang tua? Hm dengan berat hati harus bilanh tidak bisa :(. Di Jepang yang dianggap keluarga hanyalah suami, istri, dan anak. Waktu itu residence card saya tinggal bersisa 4 bulan, dan untuj diperpanjang pun sulit (syarat memperpanjang adalah harus tinggal 3 bulan lagi). Alhamdulillah berkat bantuan pihak travel, akhirnya Kedutaan Arab tetap mengizinkan dan memberikan visa haji.

Dokumen yang lain adalah sertifikat kesehatan dan vaksin. Detailnya saya sudah tulis di sini ya. Tentunya agak sulit mencari vaksin meningitis dan berlabel halal di sini. Namun tak perlu takutt, in sya Allah ketemu juga yang halal meskipun butuh banyak perjuangan.

Selain itu harus sedia pas foto ukuran tertentu yang terbaru. Saya dan suami saling foto di apato, rumah kami. Dan karena di Jepang serba mandiri, kami pun harus cetak foto sendiri di 7-11 mart. Jangan harap ada tukang cuci foto ya 🙂

Bila dokumen sudah lengkap, bisa segera kita kirimkan sesuai jadwal yang diminta travel untuk melengkapi syarat visa.

Persiapkan Uang Tabungan

Selain mempersiapkan dokumen, persiapan lain yang paling penting adalah uang tabungan. Berhaji memang ibadah yang butuh pengorbanan materi yang tidak sedikit. Niat berhaji bukan hanya sekadar niat, namun harus diiringi ikhtiar kita untuk mengalokasikan tabungan khusus haji.

Selain itu di Jepang karena pelaksanaan finger print, manasik (pilihan boleh datang atau tidak), dan keberangkatan haji semua dari Tokyo. Kalau tinggal di sekitar Tokyo mungkin tidak masalah. Namun bagi saya yang tinggal di selatan, yaitu Hiroshima, harus ada biaya tambahan yang lumayan besar.

Biaya berhaji dari Jepang sekitar JPY 500,000 atau sekitar Rp 60jutaan. Bagi para pemagang, pekerja ataupun pelajar penghasilan ataupun beasiswa itu sekitar JPY 155,000. Itu artinya bila kita bisa menyisihkan JPY 50,000-100,000 dalam waktu 5-10 bulan kita sudah bisa mengumpulkan uang untuk berhajk. Dan saat itu kita sudah dikatakan mampu dari segi materil.

Persiapkan Kesehatan

Jarak Jepang-Mekkah bukanlah jarak dekat. Bayangkan dari Asia Timur ke seberang Asia Barat sana. Perlu kesehatan yang fit untuk menempuh perjalanan panjang dan melaksanakan ibadah haji nanti. Apalagi kondisi Jepang sangat berbeda dengan Arab. Jepang yang terkenal dengan 4 musimnya menjadikan para warganya harus tahan berganti-ganti musim per tiga bulan. Perubahan yang sangat ekstrim dari musim salju kemudian ke musim semi dan panas. Sementara di Arab, cuaca panas sangat ekstrim. Alhamdulillah di tahun 2018 ini kamk berhaji di pertengahan musim panas di Jepang, sehingga tidak terlalu kaget dengan suhu di Arab.

Persiapkan Ilmu Tentang Haji

Karena berhaji dari Jepang adalah haji mandiri, maka kita pun harus otodidak belajar. Manasik memang ada, namun harus ke Tokyo. Sehingga bertukar pikiran dan belajar bersama dengan suami sangat dianjurkan. Kami membaca buku-buku tuntunan haji sesuai sunnah dan menonton manasik haji dari beberapa ustadz.

Itulah beberapa persiapan dan prosedur berhaji dari Jepang. Tidak ribet. Yup, jadi intinya berhaji dari Jepang tidak ada masa tunggu selama kuota belum penuh dan semua dokumen kita tidak bermasalah. Bahkan ada yang membuat visa 2 minggu sebelum keberangkatan. Namun karena semakin tingginya animo warga Jepang, kita pun harus aktif berbicara dengan pihak travel.

Yuk semangat menyempurnakan rukun islam kita. In sya Allah. Niat-ikhtiar-tawakkal. 🙂

Nah sekarang saatnya menyimak  tentang prosedur berhaji kuota dari Indonesia, bisa ceki di sini.

Iklan

Penulis:

Hello, Assalamualaikum. My name is Novianti Islahiah. Full time mom, full time student. I am graduate student in Hiroshima University at educational development, under Shimizu sensei supervision (Science education lab). I continue my master study here with scholarship from my government, Indonesia Endowment Fund for Education (LPDP). My undergraduate university is Indonesia University of Education as known as UPI, Bandung. My the best experience in teaching when I was in East Aceh along 1 year, to become SM-3T teacher in remote area. Now, I am a married woman with Mr. Rizal, and we have one son, Muhammad Afnan Hashif. His age is 17 months. Be happy always :)

2 tanggapan untuk “Prosedur Berangkat Haji dari Jepang: Apa yang harus Dipersiapkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s