Galau Takut Haid Saat Pergi Haji dari Jepang, Pil Haid Perlukah?

Bismillah…

Alhamdulillah, tidak terasa sudah masuk episode ke-4 dalam rangka #CollaborativeBlogging. Di postingan kali ini saya akan bercerita salah satu kisah yang bikin galau para wanita produktif…yup, masalah haid saat akan berhaji. Yuk simak kisah Mba Nurin tentang pil haid ini, di sini.

Apa Pentingnya Pil Penunda Haid Saat Umrah atau Haji?

Wanita banget kan postingan kali ini? Ini dia kisah saya selengkapnya 🙂

Saat memutuskan untuk berhaji, salah satu kekhawatiran saya adalah dapat haid saat di Mekkah dan Madinah. Secara inginnya beribadah penuh di sana, tanpa bolong-bolong.

Haji reguler indonesia vs kuota jepang

Collaborative Blogging. Pict by: Mba Nurin

Saya pun langsung mengecek jadwal kalender bulanan saya dengan jadwal keberangkatan haji. Kami akan pergi dari Narita, Tokyo di tanggal 11 Agustus 2018 dan in sya Allah sudah sampai lagi di Narita tanggal 2 September 2018. Masa-masa di Mekkah dan Madinah berarti dimulai dari tanggal 12 Agustus sampai tanggal 31 Agustus 2018. Jadwal bulanan saya biasanya di minggu ke-4 setiap bulannya, dan lamanya sekitar 7 hari. Ya Allah, berarti kemungkinan saya bakal dapat haid di akhir-akhir saat di Madinah. Saya semakin khawatir karena biasanya jadwal saya maju 1 pekan lebih awal. Semakin galau saya saat merenung, gimana kalau haid saat ibadah haji?

Memang dalam haji yang diharuskan dalam keadaan bersih dari haid, nifasn dan wiladah adalah saat thawaf saja. Saat ihram dan rangkaian haji lainnya, kita bisa tetap menjalankan meskipun sedang haid. Tapi rasanya gimana gitu bagi saya. Saya sangat ingin full pergi ke masjid dan melaksanakan ibadah lainnya. Sempat kepikiran, apakah harus minta pil haid ke dokter di sini? Akhirnya saya pun berbincang dengan suami.

“A, gimana kalau dapat haid pas di sana?” Saya sudah khawatir.

“Ya, gapapa…” Seperti biasa, aa hanya menjawab santai. “Atau neng harus hamil supaya gak haid…” Lanjutnya dengan santai.

“What?”

Akhirnya dari dialog singkat dengan suami, saya pun melupakan kegalauan haid ini. Saya pun memutuskan untuk tidak meminta pil haid kiriman dari Indonesia. Awalnya saya mau minta mama supaya membelikan pil penunda haid di Indonesia, karena kalau harus konsultasi ke dokter di Jepang sepertinya akan repot. Selain karena bahasa, mungkin beberapa prosedur pasti akan repot. Lalu saran suami supaya ikhtiar memberikan adik untuk Afnan? Bismillah saja…

Dan jreng, sepertinya saya TIDAK perlu pil penunda haid, karena…

Ups, bukan karena saya hamil ya…

Ternyata saya haid di tanggal 5 Agustus 2018…

Ya, di periode ini saya sampai haid 2 kali. Sepertinya karena kelelahan dan stress. Ya, saya akan pergi haji ini bertepatan dengan final presentation dan oral exam untuk tesis S2 saya. Ya, hanya selang sehari dan sesudah oral exam saya harus berpacu dengan waktu, untuk bisa mengejar bus limousine ke bandara Hiroshima. Karena di tanggal 10 Agustus 2018, saya harus ke Narita untuk menginap. Rombongan HIS Jepang akan berkumpul jam 8 pagi di tanggal 11 Agustus 2018, dan terbang ke Jeddah untuk transit di Colombo di jam 11 pagi. dari Hiroshima ke Narita membutuhkan waktu yang lumayan. Tadinya saya berencana akan naik bus malam, di tanggal 10. Tapi ternyata semua armada bus ke Narita di tanggal 10 sudah penuh. Ya, selain hari Jumat karena bertepatan dengan libur obon (hari libur untuk menghormati orang mati yaitu pada tanggal 13-16 Agustus 2018). Cek pesawat tanggal 10 malam, yang menggunaka spring air pun penuh. Menggunakan shinkansen, harga jauh lebih mahal. Akhirnya saya nekad booking tiket spring air pagi yang jam 11.30. Artinya selesai oral exam, 10.15 saya harus lari cepat karena jam 10.19 bus dari halte daigaku kaikan mae, depan gedung IDEC fakultas saya, menuju stasiun Saijo. Jam 11 pas bus limousine maksimal yang bisa saya gunakan untuk sampai di Hiroshima airport. Memikirkan hal itu semua membuat saya stress…fokus untuk mempertahankan tesis, dan pusing dengan transportasi. Alhasil saya haid. Artinya, kemungkinan saya dapat haid sekitar 30 hari an lagi atau paling cepat saat akan pulang haji di Madinah di hari-hari terakhir.

IMG_8813

Bismillah..bisa dichek-in kan juga sama suami 😀 berpacu sehabis oral exam

Dan ternyata…

Alhamdulillah, saya bisa suci bersih haid sebelum tanggal 11 Agustus 2018, dan menjalankan ibadah haji full. Saat satu hari terakhir di Madinah, barulah tamu periodik ini datang. Namun alhamdulillah, saat rangkaian pokok haji aman terkendali, tanpa ada tamu yang datang menghampiri 😀

Inilah cerita tentang kegalauan pil haid untuk saya. Oh iya sekadar informasi, teman saya yang berangkat dari Jepang galau juga tentang ini. Akhirnya dia datang ke klinik khusus ibu hamil dan wanita, dan diberikan pil mempercepat haid, bukan pil penunda haid. Agak berbeda memang dengan di Indonesia. Ada juga yang membeli di apotek (くすり) seperti di matsumono kiyoshi.

download

Contraceptive pill di Jepang. Sumber: https://www.amazon.co.jp/

Untuk kisah saat masa-masa haid di Jepang bisa disimak artikel ini… 

Yuk simak kisah #CollaborativeBlogging lainnya, postingan kemarin ada di sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s