Diposkan pada Haji, Jepang, Memories, Travelling, Uncategorized

Satu Kisah di Masjidil Haram: Saat Menanti Ismail Gate

Pengalaman menjejakkan kaki di tanah haram adalah pengalaman yang luar biasa. Hati ini rasanya rindu untuk bisa kembali ke sana. Memenuhi rasa rindu yang teramat sangat, pekan ini saya dan Mba Nurin akan membagikan kisah saat di masjidil haram yang tidak akan pernah terlupa. Kembali dalam rangkaian #CollaborativeBlogging, inilah kisah saya di masjidil haram.

Haji reguler indonesia vs kuota jepang
Collaborative Blogging. Pict by: Mba Nurin Ainistikmalia

Yallah, Hajj… thariiq. Thariiq.

Suara askar yang menjaga dan mengamankan jamaah di masjidil haram selalu terdengar lantang saat akan mengatur barisan shaf salat. Terlambat sedikit pintu yang kami idamkan sudah ditutup. Suami dan saya memiliki pintu masuk favorit, yaitu di Ismail gate. Karena dari pintu masuk itu, tingggal turun dengan elevator satu lantai, kita bisa salat langsung menghadap ka’bah. Pasalnya pintu ini favorit semua orang. Jika mepet waktu salat sudah pasti jalan masuk ke pintu tersebut sudah ditutup. 😀

Suatu hari menjelang salat maghrib, mungkin ada sekitar 1 jam an, arah pintu masuk ke Ismail gate ini sudah dihadang para askar. Orang-orang berusaha membujuk askar, bahkan tidak jarang memuji askar supaya askar tersebut tersentuh dan membukakan palang ke arah pintu Ismail tadi. Namun yang Namanya askar tegasnya bukan main. Akhirnya saya dan suami mengarah ke lantai atas, ke bagian King Fahd Expansion Gate. Bagian masjid ini masih terus dikembangkan, dan sangat luas. Kami pun menunaikan salat maghrib di tempat ini, dengan harus merelakan tidak salat di depan ka’bah. Selepas salat maghrib suami langsung mengajak pergi. Saya pun segera beranjak, untuk bergegas menuju Ismail gate. Biasanya di jeda waktu salat ini banyak orang yang keluar dari masjid, untuk sekadar beli cemilan di sekitar masjid, berbelanja, ataupun ada yang pindah posisi salat. Nah kami berharap bisa masuk ke Ismail gate.

Simak tulisan Mba Nurin di sini yuk!

Dari kejauhan kami melihat masih penuh sesak jamaah. Dan para askar masih bersikukuh tidak membuka pintu masuk ke arah Ismail gate. Hanya Nampak orang-orang keluar dari arah pintu tersebut. Wajar sih sebenarnya, askar ini keukeuh nggak mau bukakan pintu. Takut juga tabrakan arus. Kami pun menanti di pintu palang tadi. Di sinilah sebuah kejadian yang masih menjadi misteri bagi saya pun datang. Tiba-tiba ada seorang wanita yang menatap tajam ke arah saya. Saat itu posisi suami berada di depan. Saya pun berlalu dari wanita tadi. Namun ternyata wanita tadi balik menghampiri saya, dan bertanya.

IMG_9003
Merpati Megan di depan lokasi makam Siti Khadijah RA

“Mba, dari HIS Jepang ya?” Tanyanya.

“Ya.” Jawab saya singkat. Mungkin dia lihat rompi HIS biru ini yang sangat kentara tulisan HIS dan bendera Jepangnya.

“Mba kenal Danisa?” Tanyanya lebih lanjut.

“Nggak, Mba.” Jawab saya lagi.

Tiba-tiba wanita tadi menangis dan mengatakan dia sedang ketakutan sama bapak-bapak dari negara lain yang berjanggut. Lantas saya pun kaget, karena hampir setiap laki-laki di sini berjanggut. Wanita tadi bilang dia diikuti bapak berjanggut tersebut. Dia pun memaksa agar saya ikut dengannya. Saya pun sangat kaget, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Suami saya yang jalan agak di depan pun akhirnya sadar, kalau saya tidak ada di dekatnnya. Suami saya pun menghampiri dan bertanya ada masalah apa?

Saya kembali menjelaskan masalah wanita tadi padanya. Akhirnya suami saya bertanya kalau mba nya dari rombongan mana? Kenapa bisa terpisah, dan lain-lain. Karena saya dan suami terlihat seperti tidak mau ikut dia, akhirnya diatampak kebingungan dan bilang akan berlindung dari laki-laki berjanggut itu di dekat askar. Suami saya bilang itu ide yang lebih baik.

IMG_9025
Salah satu bagian masjidil haram untuk tempat Sa’i

Kami pun melihat dari kejauhan kalau-kalau bapak berjanggut tersebut berbuat macam-macam. Wanita tadi terlihat menangis kembali, namun di penglihatan kami bapak berjanggut ini seperti kami. Sama-sama sedang menanti dibukanya palang pintu oleh para askar.

Sejenak saya pun termenung ketika menemui kisah ini. Banyak yang mengatakan apa yang kita alami di tanah haram adalah gambaran perbuatan kita sehari-harinya? Oleh karena itu disarankan untuk perbanyak istighfar dan terus berdzikir pada Allah. Saya pun berusaha melupakan kejadian tersebut. Namun karena penasaran, saya pun bertanya pada teman-teman HIS lainnya. Barangkali memang ada yang Namanya Danisa di grup HIS premium dan Ettihad. Tapi tetap jawabannya, tidak ada.

Itulah salah satu kisah menarik yang saya ingat saat di masjidil Haram. Tentunya masih banyak kisah lain yang saya temui saat bertemu dengan orang-orang dari negara lain. Dan banyak sekali hikmah yang bisa saya petik dari perjalanan haji ini. Wallahu’alam.

Iklan

Penulis:

Hello, Assalamualaikum. My name is Novianti Islahiah. Full time mom, full time student. I am graduate student in Hiroshima University at educational development, under Shimizu sensei supervision (Science education lab). I continue my master study here with scholarship from my government, Indonesia Endowment Fund for Education (LPDP). My undergraduate university is Indonesia University of Education as known as UPI, Bandung. My the best experience in teaching when I was in East Aceh along 1 year, to become SM-3T teacher in remote area. Now, I am a married woman with Mr. Rizal, and we have one son, Muhammad Afnan Hashif. His age is 17 months. Be happy always :)

2 tanggapan untuk “Satu Kisah di Masjidil Haram: Saat Menanti Ismail Gate

  1. Masya allah, mbak.. Luar biasa. Tapi saya tetap blm memahami apa yang tercerminkan pada kejadian dengan Bu Danissa ini ya.. apakah mngkin ia sering mnakuti orang lain. Wallahualam. Memang ada bnyak orang yang menceritakan kejadian yang sering mereka lakukan biasa tercermin lagi di tanah suci…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s