Mengenang Perjuangan Rasul: Berkunjung ke Gua Hira, Jabal Nur, dan Jabal Rahmah

Bismillahirrahmanirrahim…

Tidak terasa sudah Sabtu lagi. Pekan ini saya dan Mba Nurin sepakat untuk berbagi kisah kami mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Makkah. Di sela masa tunggu haji pasca umrah, rombongan kami yaitu HIS Jepang, melakukan sightseeing di Makkah. Tempat-tempat bersejarah ini biasanya saya dengar saat belajar Tarikh islam dan Sejarah Kebudayaan Islam saat Ibtidaiyah sampai Aliyah. Namun saat berhaji kemarin, alhamdulillah kami diberi kesempatan untuk berkunjung ke beberapa tempat bersejarah yang merupakan tempat perjuangan Rasul.

FB_IMG_1546073553325

Saat itu panas terik di waktu dzuhur tidak menyurutkan semangat rombongan HIS Japan grup Kolombo. Grup HIS yang transit di Kolombo ini kebagian jadwal ba’da dzuhur untuk mengunjungi tempat-tempat perjuangan nabi.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Jabal Nur. Di sini Mr. Tamer selaku pimpinan rombongan dari pihak HIS menjelaskan sejarah dari tempat ini dalam bahasa Jepang dan Inggris. Kemudian Ust. Fatah pun memberikan penerangan dengan detail tentang tempat-tempat ini dalam bahasa Indonesia dan Arab.

Jabal Nur dan Gua Hira

FB_IMG_1546073572444

Jabal Nur yang berarti bukit bercahaya dan gua hira adalah tempat bersejarah yang menjadi saksi turunnya wahyu pertama Nabi Muhammad saw. Saat mendengar penjelasan tempat ini saya kembali teringat tentang Rasul yang menerima perintah untuk membaca (iqra). Nabi Muhammad kedinginan, bergemetar seluruh tubuhnya. Ketika pulang ke rumah, istrinya yaitu Khadijah lah yang berperan menenangkan suaminya saat itu. Nabi meminta istrinya itu untuk menyelimutinya…zamiluuni…zamiluuni. Peristiwa ini merupakan penanda dimulainya periode kenabiannya.

Kami diperlihatkan posisi gua hira. Sayang kami tidak sempat untuk melihat ke dalamnya, karena keterbatasan waktu. Gua Hira ini terletak di puncak Jabal Nur. Tepatnya terletak di Kota Hijaz, Saudi Arabia. Kami mengendarai bus untuk menempuh jarak 6Km menuju tempat ini. Subhanallah saat pertama turun dari bus, melihat bukit yang berbatu, kering, anas, dan terjal saya teringat dengan perjuangan Rasul saat itu.

Gua Hira ini keadaan di dalamnya sangat sempit. Hanya masuk satu orang saja. Dari pelajaran yang saya terima, Nabi Muhamamad biasa beruzlah/ bertahannuts (berdiam menyendiri untuk berdzikir kepada Allah) di dalam gua ini.

Jika kita berdiri di puncak gua, maka dengan mudah kita akan melihat baitullah. Nah di dekat Jabal Nur ini katanya Jabal Jibril. Yaitu tempat dimana malaikat Jibril biasa memerhatikan Nabi Muhammad saat berdzikir di gua hira.

Memandangi terjalnya bukit terbayang bagaimana perjuangan Rasul untuk mendakinya manakala beliau ingin menyendiri di sana. Beberapa jamaah ada yang memanjat ke atas. Sekitar 1 jam waktu perjalanan yang harus ditempuh, dan sekarang sudah dipeemidah dengan dibamgunnya anak tangga untuk mencapai tempat ini.

Kalau Mba Nurin, gimana kisahnya saat berkunjung ke tempat ini ya? Kita simak di sini ceritanya.

Cerita Mba Nurin Ainistikmalia

Haji reguler indonesia vs kuota jepang

Kemudian tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah Jabal Rahmah.

Jabal Rahmah

FB_IMG_1546073594045

Berbeda dengan tempat sebelumnya, Jabal Rahmah ini mengisahkan Nabi Adam as. Dan Hawa saat dipertemukan kembali di dunia pasca keluar dari surga. Untuk itulah nama Jabal Rahmah yang berarti bukit kasih sayang. Bayangkan Nabi Adam as. Dan Hawa bukan LDR an selama beberapa bulan. Di beberapa riwayat dikatakan mereka terpisah selama berpuluh bahkan beratus-ratus tahun. Masya Allah, tidak terbayang bagaimana rasanya. Saya aja yang harus LDR dua tahun kurang, Jepang-Indonesia berasa gimana gitu ya Rabb :D.

Saat berkeliling untuk Jabal Rahmah ini kami hanya diceritakan di dalam bus dan berhenti sebentar untuk melihatnya. Kami tidak sempat turun atau mendakinya. Oh iya lokasi Jabal Rahmah ini di sekitaran padang Arafah. Jadi kami melihatnya sekaligus diperlihatkan padang Arafah untuk wukuf nantinya :).

Karena waktunya hampir Ashar, rombongan kami pun segera kembali ke sekitar Masjidil Haram untuk segera bergegas kembali beribadah di Masjid.

Itulah dua tempat bersejarah yang kami kunjungi di Mekkah. Untuk bukit lainnya seperti Jabal Tsur, Jabal Kurban, dan Jabal Qubais kami tidak sempat ke sana. Semoga bermanfaat :).

 

 

2 pemikiran pada “Mengenang Perjuangan Rasul: Berkunjung ke Gua Hira, Jabal Nur, dan Jabal Rahmah

  1. Alhamdulillah ya mbak Allah kasih rezeki berlimpah pada mbak sehingga bisa berkunjung ke Baitullah dan mendapatkan kesempatan melihat langsung tempat pertemuan Nabi Adam dan istrinya. Subhanallah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s