Diposkan pada Education, Jepang, Memories

Pengalaman Menyetarakan Ijazah Luar Negeri

Pasca menyelesaikan studi di luar negeri, hal yang biasa dilakukan para mahasiswa ini adalah menyetarakan ijazah yang didapatnya. Begitupun dengan saya. Setelah selesai kuliah master di Jepang, dan pada tanggal 20 September 2018 ijazah sudah di tangan, saya pun mulai mencari info untuk penyetaraan ijazah luar negeri ini. Saya langsung todong adik saya untuk bertanya-tanya. Ternyata di tahun 2018 ini per tanggal 1 Maret, semua pengajuan berkasnya online dan ada fitur konversi nilai. Saya pun langsung menuju web penyetaraan ijazah yaitu http://ijazahln.ristekdikti.go.id/ijazahln/

Di sana sudah tertera jelas jadwal pelayanan untuk kirim berkas secara online, yaitu di jam kerja Senin-Jum’at jam 08.00 WIB s.d 14.00 WIB.

img-20181228-wa0002
Dalam Ruangan Bagian Penyetaraan Ijazah
Senin – Jum’at 08.00 – 14.00 Pendaftaran & Unggah Berkas (Submit)
Senin – Jum’at 08.30 – 12.00 Verifikasi & Penilaian Berkas
12.00 – 13.00 Istirahat
13.00 – 14.00 Verifikasi & Penilaian Berkas
Senin – Jum’at 08.30 – 12.00 Pengambilan SK
12.00 – 13.00 Istirahat
13.00 – 14.00 Pengambilan SK

Saat adik saya menyetarakan ijazah, ternyata tidak perlu berpacu dengan waktu dan kuota. Namun saat saya menyetarakan di September 2018 lalu, ada kuota harian berapa berkas yang bisa diproses. yaitu sebanyak 50 buah, dan setelah kuota terpenuhi otomatis kita tidak bisa mengirim dokumen kita.

Saya pun sampai berulang kali harus mencoba, pasalnya baru beberapa menit lewat dari jam 8 pagi, kuota selalu penuh. Oleh karena itu, saran saya adalah buatlah akun terlebih dahulu. Kemudian lengkapi semua dokumen yang diminta. Siapkan dokumen berupa foto semua halaman paspor, ijazah berbahasa Inggris, Transkrip nilai berbahasa Inggris, dokumen pendukung seperti katalog perkuliahan: silabus, tentang jurusan kita, penilaian di tempat studi kita, dan gelar di sana. Dokumen pendukung inilah yang akan dinilai oleh tim penilai, apakah kuliah kita di luar negeri itu bisa disetarakan dengan kurikulum di dalam negeri atau tidak. PASTIKAN semua dokumen sudah benar. Saya harus beberapa kali mencoba. Sekitar jam 07.55 saya sudah log in, dan memastikan semua dokumen terunggah. Sehingga saat jam 08.00 wib tinggal diklik tombol kirim nya. Saat itu posisi saya masih di Jepang, yaitu di apato adik di Kyushu. Waktu Jepang sudah menunjukkan pukul 10 tepat, artinya di Jakarta pukul 8. Saya pun mengklik tombol kirim, namun ternyata gangguan. Setelah direfresh, kuota hari itu sudah terpenuhi. Sedihnya T_T

Sepertinya orang-orang saat itu mengejar seleksi CPNS yang akan diadakan Oktober tahun 2018 ini. Suatu hari saya berhasil mengirim. Alhamdulillah perjuangan banget. Namun ternyata waktu prosesnya lumayan lama. Padahal saat itu saya ingin melamar CPNS di Kemenristekdikti untuk menjadi dosen di UNSRI. Mengapa UNSRI? Karena fokus saya sekarang adalah mengajar di daerah yang sama dengan tempat tugas suami T_T yaitu di Sumatera Selatan (Semoga bisa segera kembali ke tanah Sunda). Akhirnya pupus harapan saya. H-3 belum ada kejelasan he, sampai saya mengirim pesan pada Pak Agus yang bekerja di dikti yang fokusnya di SM-3T. Namun kata beliau ijazah saya sepertinya masih lama karena ada dokumen yang kurang. What? Kira-kira apa yang kurang, perasaan saya sudah lengkap semua. Dan ternyata untuk melengkapi berkas itu kita harus masuk akun lagi, unggah dokumen lagi, dan bersaing dengan kuota 50 per hari lagi untuk bisa kirim ulang dokumen. T_T

Ini beberapa dokumen pendukung penyetaraan ijazah saya:

hiroshima university syllabus

degrees _ hiroshima university

Saya pun mencoba mengirim email ke pihak dikti bag. penyetaraan ijazah. Barulah ada balasan dan mereka mengatakan ijazah saya belum bisa diproses, karena kurang dokumen yaitu: tidak ada ijazah dan transkrip berbahasa Inggris dan kurangnya foto halaman paspor. Padahal saya sudah mengunggah dokumen-dokumen tersebut ckck… Akhirnya saya balas email tersebut dan mengirim dokumen via email. Namun ternyata saya tetap harus mengunggah kembali lewat akun. Lama tidak ada kabar lagi, saya pun menulis kegundahan saya di Lapor.id, barulah ada pesan di email yang menyatakan laggi-lagi dokumen saya kurang yaitu haaman paspor. Astaghfirullah, kalau ini saya ngaku saya yang khilaf. Paspor saya kan ganti, berarti paspor lama harus ikut diunggah juga. Akhirnya saya coba mengirim dokumen paspor lama saya, namun web gangguan. Saya pun langsung meminta adik untuk mencoba server di Jepang, oh iya posisi saya saat itu sudah di Indonesia. Akhirnya adik berhasil mengunggah semua dokumen saya dan sebelum jam 8 waktu Indonesia, dia sudah bersiap siaga dan finally berhasil ya Allah.

Setiap hari saya cek status penyetaraan ijazah saya. Belum ada kabar. Dan di tanggal 7 November 2018 barulah ada pesan ijazah saya sedang diverifikasi dan dinilai tim. Selang dua hari, ijazah saya selesai dicetak. Namun terlambat untuk ikut CPNS dosen tahun ini. Semoga ada rezeki di lain waktu 😀

Posisi saya saat itu masih di Tempirai, Sumatera Selatan. Sehingga belum bisa mengambil berkas. Rencana saya akan mengambilnya di Desember, sekalian libur sekolah dan bisa mudik 😀 Saya pun mendapat kabar dari teman yaitu Mba Restuti Maulida ternyata untuk konversi nilai ada syarat tambahan. Tidak langsung jadi bersamaan dengan SK… (Apalagi ini ya Allah). Dari beliau saya dapat syarat untuk konversi nilai yaitu:

Syarat Pengajuan Konversi Nilai:

  1. Surat Permohonan yang ditujukan ke dir belmawa bahwa kita memohon untuk mengkonversi nilai. (Format surat bebas).
  2. Fotokopi SK penyetaraan ijazah
  3. Fotokopi ijazah
  4. Fotokopi transkrip nilai
  5. Dokumen pendukung: katalog, silabus, nilai perkuliahan.

Saya pun menyiapkan syarat-syarat tersebut sebelum hari pengambilan SK Ijazah. Di tanggal 28 Desember 2018, saya pun menuju gedung D Kemenristekdikti di daerah Senayan. Sekalian pengambilan, saya pun meminta mengirim berkas untuk legalisir dan konversi nilai. Untuk legalisir SK ijazah dibatasi hanya 5 lembar per pengajuan. Legalisir ini bisa kita minta dikirim lewat pos. Namun untuk konversi nilai harus diambil langsung atau kita bisa mewakilkan dengan menulis surat perwakilan kepada teman/ saudara yang mengambil dokumen nantinya.

Sedikit cerita saya dari Sukabumi ke Dikti awalnya naik kereta dari Cibadak ke Bogor Rp 35000. Kemudian dari Bogor naik Commuter line KRL ke Sudirman Rp 5500 dan dilanjut dengan gojek ke dikti Rp 13000. Murah dan mudah. Staff di bagian penyetaraan ijazah pun sangat sopan, kooperatif, dan ramah. Terimakasih ya Mba.

img-20181228-wa0000
Di daam KRL Bogor-Sudirman

Namun agak kesal saat akan fotokopi SK Ijazah. Kita bisa mengopi dokumen di bagian kooperasi dikti, yaitu didekat gedung merah belakang gedung D. Mang fotokopinya gak ramah bangettt. Pas saya bilang mau fotokopi katanya ga bisa. Mesinnya lagi dipakai fotokopi dokumen 1000 lembar. Cik atuh saya cuma mau fotokopi 6 lembar loh. Akhirnya dia bilang bisa dia bantu tapi pake mesin satu lagi, yang harga fotokopinya Rp 1000 per lembar. Ya sudahlah saya setuju. Sepet juga lama-lama sama si mang ini.

Biaya legalisir semua gratiss…dan dikirim ke alamat kita juga gratis. Sekitar 2 minggu legalisir selesai dan sudah sampai di rumah. Tinggal menunggu kabar konversi nilai. Semoga pihak DIKTI bisa semakin baik lagi dalam melayani warga. Sekadar usul di web TOLONG ditambahkan info syarat konversi nilai. Menurut hemat saya, karena konversi nilai juga melalui proses penilaian, mengapa tidak sekalian dilakukan saat tim menilai kelayakan ijazah dan dokumen pendukung kita. Terimakasih.

 

Penulis:

Hello, Assalamualaikum. My name is Novianti Islahiah. Full time mom, full time student. I am graduate student in Hiroshima University at educational development, under Shimizu sensei supervision (Science education lab). I continue my master study here with scholarship from my government, Indonesia Endowment Fund for Education (LPDP). My undergraduate university is Indonesia University of Education as known as UPI, Bandung. My the best experience in teaching when I was in East Aceh along 1 year, to become SM-3T teacher in remote area. Now, I am a married woman with Mr. Rizal, and we have one son, Muhammad Afnan Hashif. His age is 17 months. Be happy always :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s