Tempat Belanja di Mekkah dan Madinah

Bismillahirrahmanirrahiim…

img_7126

Suasana Mekkah Malam Hari. Dok: Pribadi

Perjalanan mudik luar biasa dari Jakarta ke Palembang via darat dan laut. Akhirnya tulisan #CollaborativeBlogging ini harus tertunda hingga berhari-hari. Tema kali ini yang akan kami bahas adalah tentang belanja. Hayo wanita mana yang nggak suka belanja? Meskipun hanya singgah sebentar, para wanita biasanya tetap memikirkan bawa oleh-oleh apa ya? Nah, itu juga yang saya pikirkan saat berhaji kemarin. Padahal di tanah Abang, yang jualan oleh-oleh haji banyak banget. Tapi rasanya ya kurang bumbu gimana gitu kalau saya tidak bawa oleh-oleh Arab langsung dari tempatnya. Lalu di man saja saya berbelanja, dan apa sajakah oleh-oleh yang saya pilih untuk belanja? Cekidot di postingan kali ini ya 😀

Belanja Sesuaikan Anggaran

Berhubung saya pergi dari Jepang, kemungkinan untuk membawa oleh-oleh menjadi dua kali lipat. Yaitu untuk teman-teman dan tetangga di Jepang, juga untuk saudara dan tetangga di Indonesia. 😀 Saya dan suami sepakat untuk membeli kurma, kue olahan kurma, dan beberapa souvenir seperti tasbih, dompet, dan sajadah beberapa saja. Berhubung keterbatasan bagasi dari Mekkah ke Tokyo dengan Srilanka air hanya 30 kg, dan pesawat Spring air dari Tokyo ke Hiroshima yang hanya memuat 20kg.

Untuk beberapa oleh-oleh lainnya untuk saudara di Indonesia, kami berencana beli di Indonesia saja 😀

Di Mana Kami Berbelanja?

Hampir semua kami beli di Mekkah. Beberapa hari setelah selesai rangkaian ibadah haji, kami memutuskan mencari oleh-oleh. Namun untuk kurma kami sepakat membeli di Madinah, karena harganya relatif lebih murah.

Pasar Murah Jaafaria

img_7149

Dok: Grup HIS

Pasar Jaafaria bisa disebut sebagai pengganti pasar Seng yang biasanya ramai pembeli, namun harus dibongkar karena perluasan Masjidil Haram. Letaknya sekitar 1 Km dari Masjidil Haram. Penginapan kami berada di belakang deretan area pasar Jaafaria ini. Lokasinya sangat strategis karena terletak memanjang ke arah pintu Masjidil Haram. Suasananya mirip dengan Tanah Abang. Banyak jamaah yang memborong aneka barang di sini. Bahkan banyak barang yang dijual 2 riyal atau seharga Rp 8000. Harganya yang murah meriah ini membuat Jaafaria jadi favorit para jama’ah untuk berbelanja. Pasar ini disebut juga pasar borong, karena pada borong belanjaan :D.

Pertokoan Sepanjang Jalan Misfalah hingga Bakhutmah

Pertokoan ini sangat strategis juga karena berada di sepanjang jalan menuju pintu utama Masjidil Haram. Jika akan ke masjid, pasti kami melintasi area pertokoan ini. Di pasar ini saya beli mobil-mobilan yang bertalbiyah untuk Afnan, gamis suami, dan beberapa gantungan mobil bergambar ka’bah, dll.

Para pedagang di pasar ini pun pandai berbahasa Indonesia. Kalau kita tanya berapa atau kam dalam bahasa arab, mereka pasti jawab dalam bahasa Indonesia. Bahkan mereka sampai teriak-teriak, murah…murah….harga Tanah Abang :D. Hati-hati, kalau kita terlalu murah menawar para pedagang suka bilang P.E.L.I.T :d

Mba Nurin belanja di mana saja ya? Simak kisahnya di sini yuk!

CERITA MBA NURIN TENTANG TEMPAT BERBELANJA DI MEKKAH DAN MADINAH

Haji reguler indonesia vs kuota jepang

Dok: Mba Nurin Ainistikmalia

Bin Dawood 

Awalna saya tidak tahu dimana letak bin Dawood ini. Bener-bener kudet. Karena suami jarang mengajak belanja saat di sana, katanya fokus ibadah dulu dan saya pun agak kurang senang terlalu lama berputar-putar kalau tidak ada tujuan. Namun karena penasaran, saya pun minta suami untuk menemani ke bin Dawood. Kata teman sekamar letaknya yaitu di dekat zamzam tower. Saya dan suami pun berjalan ke arah sana selepas dzuhur. Awalnya agak kebingungan, karena memang sangat ramai di area sana. Kata suami kayak banyak orang thawaf aja. Namun akhirnya kami menemukan tulisan bin Dawood ini dengan mudah.

download

Biskuit Maamoul

Bin Dawood ini seperti supermarket. Banyak makanan, minuman, sampai beberapa peralatan dijual di sini. Kalau di Bandung mirip Borma, Carrefour, atau Yogya di Sukabumi. Banyak made in China, Turki, bahkan Indonesia dijual di sini. Di Bin Dawood saya dan suami berbelanja kue olahan kurma atau biskuit Maamoul, Kinderjoy untuk Afnan (penasaran, selama di Indonesia atau di Jepang belum pernah beli, karena halal tidaknya belum jelas), dan permen Jerman yang terkenal yaitu Haribo. Namun saya membeli Haribo made in Turki yang halal, dan alhamdulillahnya di Arab ini semua halal. Senang bangettt…

Masih ada beberapa pertokoan lainnya, ada juga yang berbelanja di Zamzam tower. Namun saya tidak membeli di sana, karena harganya yang lumayan 😀

Sementara untuk di Madinah saya berbelanja kurma di pasar kurma, yang ternyata masih murah harga kurma di sekitaran masjid Nabawie :D. Dan beberapa oleh-oleh lainnya saya beli di Bin Dawood Madinah dan pedagang-pedagang yang bukalapak di sekitaran masjid Nabawie.

Intinya berbelanja itu bagi saya dan suami adalah sampingan. Apalagi untuk suami saya :D. yang pentingnya adalah beribadahnya, itu pesan Aa :D. semoga bermanfaat dan luruskan niat jangan keasyikan belanja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s