Semangat Literasi untuk Generasi Informasi No Hoax

Indonesia gawat hoax.

Itulah kira-kira gambaran bangsaku ini. Bagaimana tidak, hampir setiap berita yang sedang viral tiba-tiba menjadi semakin terkenal akibat ulah jempol yang langsung membagikan berita tanpa dicek terlebih dahulu kebenarannya. Baru setelah berita tersebar, ada berita lanjutan yang berisi klarifikasi bahwa berita sebelumnya adalah hoax.

Menyebarkan berita bohong ini bukan hal main-main. Karena akibat tersebarnya berita bohong ini bisa fatal. Kita ambil contoh ada berita yang heboh tentang adanya penyelenggaraan operasi katarak gratis dari RS A. Hampir semua yang membutuhkan operasi katarak gratis ini akan berbondong-bondong untuk mendaftar. Namun bisa kita bayangkan, bagaimana kecewa dan sedihnya orang tersebut ketika sesampainya di RS, mereka ditolak dan diberitahu bahwa tidak ada penyelenggaraan operasi tersebut.

Ini baru sebatas hoax untuk masalah sosial dan kemanusiaan. Bisa dibayangkan jika tersebar berita palsu yang isinya memecah belah kesatuan bangsa ini. Dapat dipastikan stabilitas keadaan bangsa tersebut akan terganggu. Keamanan dan ketenteramannya. Jika dulu para penjajah dan musuh bangsa kita berperang dengan menggunakan senjata di lapangan, sekarang kita harus siap memerangi kejahatan informasi ini. Perang dengan menggunakan pena dan jari kita. Untuk bisa menahan diri dalam menyebarluaskan informasi palsu, dan berusaha berliterasi terlebih dahulu dalam menyaring dan mencari kebenaran informasi sebelum menyebarluaskan.

Penyebaran hoax ini bisa berlangsung dari mulut ke mulut secara langsung, atau bahkan melalui penyebaran berita di media. Terutama media sosial yang sangat ramai digunakan orang. Dapat dipastikan ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang dengan mudahnya menyebarkan informasi palsu, terutama di media sosial. Dikutip dari pernyataan Melani Budiantara, seorang pakar budaya dari Universitas Indonesia yang memaparkan hal tersebut pada acara seminar peran kebudayaan dalam pembangunan di Bappenas tanggal 4 April 2019, faktor-faktor tersebut diantaranya adalah:

Revolusi Media Sosial

Semakin tinggi konsumsi media sosial, akan berakibat semakin tinggi juga peluang tersebarnya berita hoax. Rata-rata media sosial yang sangat rentan menyebar berita hoax ini adalah facebook. Karena aplikasi ini cukup merakyat, dan masih menjadi favorit rakyat Indonesia. Berdasarkan laporan digital tahunan oleh We are social, Indonesia dinyatakan sebagai negara pengguna FB ke-4 di dunia. Dengan karakter aplikasi yang mudah dipahami dan digunakan, serta adanya tombol bagikan yang sangat mudah dan rentan menyebar semua berita tanpa disaring terlebih dahulu.

Kurangnya Literasi

Ketidaktahuan seseorang akan kebenaran suatu informasi akan berakibat fatal. Jika dia tidak semangat berliterasi sebelum menyebarluaskan informasi, dapat dipastikan akan sangat banyak berita hoax yang beredar. Kurang kritis dan tidak ada kehati-hatian dalam membaca suatu informasi menandakan seseorang masih sangat lemah dalam berliterasi. Jangankan untuk hal seperti ini. Kita ambil contoh untuk hal yang sederhana. Seringkali ada suatu berita muncul. Di artikel berita tersebut sudah sangat lengkap informasi yang tertera. Namun saat saya baca komentar para warganet, mereka menanyakan berita yang sudah jelas tertera dalam isi artikel. Dapat dipastikan kemungkinannya adalah masyarakat terbiasa langsung bertanya, tanpa mencari atau membaca terlebih dahulu. Dari sini kita tahu semangat literasi bangsa kita masih rendah. Pantas saja berdasarkan PISA survey, survei untuk melihat tingkat literasi siswa, Indonesia tidak masuk 70 besar baik dari segi matematika, sains, ataupun reading.

Pengguna Media Sosial Menjadi Pengedar Informasi 

Menjadi pengedar biasanya tanpa mengecek kebenaran terlebih dahulu. Jari bertindak, berita tersebar. Hampir semua rata-rata seperti itu.

Era Sekarang yaitu Era Post-Truth

Era sekarang bukanlah era yang mengunggulkan kebenaran. Yang diutamakan penyebar informasi adalah yang penting para warganet lainnya akan tertarik dengan  berita yang kita unggah atau sebar.

Konflik Horizontal

Yaitu konflik yang terjadi antar individu atau kelompok organisasi yang memiliki kedudukan sama atau setara. Biasanya hal ini terjadi karena kurangnya komunikasi, adanya unsur kebencian saat penyebaran informasi, dll.

Dengan mudahnya berita hoax tersebar, bahkan sampai ada UU ITE yang mengatur bagaimana hukuman atau sanksi bagi para penyebar berita palsu ini.

Di semangat kemrdekaan, di usia Indonesia yang ke-74, gawat hoax ini semakin rentan. Perlu ada semangat kemerdekaan dan persatuan dalam melawan hoax. Karena memang memerangi hoax ini bukan hanya tanggung jawab satu orang saja. Akan sangat sulit satu orang memerangi beribu-ribu orang yang dengan mudahnya menyebarkan berita palsu. Oleh karena itu, mulai dari diri sendiri. Tingkatkan literasi terlebih dahulu, sebelum menyebarkan informasi yang belum terjamin keabsahannya. Selain mengganggu stabilitas negara, penyebaran berita palsu ini bisa menjadi dosa jariyah, yang tidak ada henti-hentinya. Sehingga ingat, kita harus saring sebelum Sharing.

Palembang, 20 Agustus 2019

 

 

Akankah Pekerjaan Customer Service Punah di Masa Depan?

Momok Abad ke-21

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis sebuah artikel tentang bisa tidaknya robot menggantikan peran dan posisi guru di kelas. Tulisan tersebut bersumber dari paparan mata kuliah Baba Sensei tentang perkembangan pendidikan, yang saat itu topik utamanya adalah keterampilan abad ke-21 yang semakin hari semakin menuntut kemampuan literasi sains dan teknologi. Karena adanya prediksi beberapa pekerjaan yang akan punah, tidak dibutuhkan manusia di dalamnya, yang akhirnya perannya akan tergantikan oleh robot. Tulisan lengkap artikel itu bisa disimak di sini.

Guru: Pekerjaan yang Tidak Dapat Digantikan oleh Robot

Namun bagaimana dengan nasib pekerjaan lainnya? Misalnya pekerjaan yang hanya berulang, tidak memerlukan kontak batin atau perasaan di dalamnya? Misalnya seperti pekerja tekstil atau pengantar surat. Kedua pekerjaan ini diprediksi akan punah karena bisa diganti oleh robot. Lalu bagaimana nasib operator telpon atau customer service? Akankah pekerjaan ini punah juga?

Perkembangan AI dan Dampaknya

Kita lihat perkembangan AI alias Artificial Intelligence ini semakin maju. Teknologi berkembang, penelitian humanoid semakin banyak, dan penerapan di berbagai bidang pun semakin marak. Peran serta robot yang dirancang dengan kecerdasan buatan ini diharapkan bisa semakin membantu kerja manusia. Sehingga pekerjaan akan lebih cepat selesai, karena seperti yang kita tahu robot tidak akan merasa lelah dan tidak akan mengobrol di sela-sela pekerjaannya. Efisiensi waktu dan tenaga dari robot ini tergolong sangat tinggi.

Beberapa peran AI pada robot ini sudah mulai diaplikasikan, seperti pelayan restoran berupa robot, penjual minuman yang berbentuk vending machine, dsb. Terasa atau tidak ketika kita berbelanja online di salah satu toko online terbesar di Indonesia, peran serta robot sudah ikut serta. Ketika kita menulis pesan pribadi, terkadang ada balasan dari sistem. Lalu akankah customer service pun ikut tergantikan?

Customer Service: Tergantikan dan Punah?

Peran customer service adalah sebagai penyelesai masalah ketika ada keluhan atau pertanyaan dari konsumen. Biasanya kita akan terhubung dan bisa berbicara secara langsung dengan mereka, setelah menghubungi dan menekan tombol tertentu. Kabarnya AI ini akan mulai menggantikan peran asli CS. AI ini diatur untuk bisa menjawab berbagai masalah yang sering ditanyakan konsumen dan menanggapinya berdasarkan seringnya masalah tersebut yang dihadapi.

Bila kita lihat sekilas hal ini akan memudahkan pelanggan. AI ini bisa bekerja selama 24 jam tanpa henti. Pelanggan akan puas dan tidak perlu menunggu sampai waktu kerja CS jika ingin mengeluhkan atau mempertanyakan suatu persoalan.

Apakah cukup hanya di situ saja? Kalau dilihat sepertinya bisa jadi CS ini perlahan akan tergeser oleh robot ini. Namun apakah sepenuhnya akan tergantikan? Kalau saya lihat peran CS yang merupakan penerima dan penyelesai masalah, tetap saja memerlukan interaksi. Bagaimanapun robot dengan AI akan melaksanakan tugas sesuai dengan kode perintah yang sudah diatur di dalam otak buatannya itu. Namun bagaimana jadinya jika ada konsumen yang bertanya di luar masalah umum yang jarang terjadi? Bisa jadi robot akan kebingungan. Oleh karena itu menurut pendapat saya, pekerjaan CS ini masih akan bertahan hingga benar-benar AI yang dikembangkan sudah sangat optimal.

Nah, salah satu perusahaan penggembang AI saat ini yang populer adalah Botika. Dikembangkan dengan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik. Untuk melihat lebih jauh info tentang botika ini bisa disimak di http://botika.online/blog/. Meskipun menjadi dua mata pisau, perkembangan AI seperti botika ini tidak bisa dielakkan. Kita bisa melihat penerapan dan kegunaan AI di berbagai produk, seperti botika yang memiliki banyak produk yang bisa dilihat di sini.

Intinya kita tetap harus bijak menggunaakn AI ini. Karena bagaimanapun saat berinteraksi dengan manusia akan berbeda dengan robot. Namun tetap saja kita pun tidak bisa menghindari perkembangan AI yang semakin pesat ini.

Palembang, 30 Juli 2019

Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes blog sobat botika

Khawatir dengan Biaya Pendidikan Anak? Yuk Ikut Asuransi Bersama Sequis

Biaya Pendidikan Anak Makin Mahal?

Suatu hari saat sedang asyik melihat postingan salah seorang teman di instagram terkait biaya pendidikan anak, seketika saya tersadar bahwa hari demi hari biaya pendidikan anak semakin mahal. Dan itu bukan hanya sekadar postingan satu teman. Beberapa teman lain yang tinggal di kota lain seperti di Yogyakarta, Bandung, dll pun ternyata mengungkapkan hal yang sama. Padahal rata-rata usia anaknya masih bersekolah di level PAUD dan TK. Hal itu pun akhirnya saya alami. Saat pulang ke Indonesia dan pindah ke kota Palembang, saya harus mencari PAUD atau daycare untuk Afnan. Berhubung saya dan suami sama-sama bekerja dari pagi hingga siang, dan kami di Palembang ini benar-benar merantau, tidak ada saudara atau kerabat. Akhirnya saya pun berusaha mencari informasi terkait daycare ini, dan hasilnya membuat saya syok. Biaya pendidikan untuk sekolah Afnan bisa mencapai Rp 10.000.000,00 dalam setahun. Itu pun hanya mencakup biaya SPP sekolah. Belum termasuk biaya makan, wisata, wisuda, dan transportasi untuk mengantar dan menjemput Afnan.

Saya dan suami pun sempat tidak percaya, sebegitu mahalkah biaya pendidikan sekarang ini? Apakah memang pendidikan semakin komersial? Ataukah ini sebuah kewajaran jika ingin mendapatkan pendidikan yang berkualitas? Ini baru PAUD. Belum lagi pendidikan SD, SMP, SMA, bahkan hingga kuliahnya Afnan. Ini baru Afnan, anak pertama saya. Belum lagi biaya pendidikan untuk adik-adiknya kelak. Bagaimanapun saya dan suami berharap Afnan dan adik-adiknya kelak bisa bersekolah setinggi-tingginya.

30706197_10210787703917972_2946802244587500775_n

Sekolah Afnan: Makin Tinggi, Makin Mahal. Dokumentasi: Pribadi

Merencanakan Pendidikan Anak

Mungkin sebagian dari teman-teman akan bilang, kan ada program beasiswa dan Kartu Pintar Indonesia (KIP)? Ya, betul. Tapi kita harus ingat tidak setiap anak memenuhi program ini, dan bisa jadi program KIP tiba-tiba dihentikan. Apalagi banyak hal tidak terduga yang bisa saja terjadi. Seperti tiba-tiba salah satu dari pasangan kita meninggal, dan akhirnya susah untuk urus-urus berbagai program tersebut. Berkaca dari Ibu, yang berusaha dan berjuang keras agar anak-anaknya bisa tetap bersekolah dan hanya mengandalkan uang pensiun. Rasanya sangat berat melihat ibu yang membanting tulang untuk bisa menyekolahkan ketiga anaknya tanpa suami. Apalagi zaman dulu tidak ada beasiswa dan KIP.

Oleh karena itu penting untuk merencanakan sesuatu jauh-jauh hari. Bisa jadi kita menabung di bank, ataupun berinvestasi. Namun berdasarkan pengalaman, jika kita menyimpan uang dalam bentuk tabungan biasanya sering terkuras dan rasanya sangat mudah untuk menarik uang. Akhirnya tabungan yang tersimpan harus dikeluarkan untuk keperluan lainnya, yang mungkin tidak urgen saat itu. Uang pun ludes, dan seperti biasa kita kembali kebingungan saat anak kita menagih uang untuk bayaran ini-itu di sekolah. Bagaimana dengan investasi? Cara ini bisa jadi sebagai bentuk tabungan aman. Seperti berinvestasi dalam bentuk logam mulia, dll. Namun ada juga yang masih belum familiar dengan tata cara investasi ini. Cara lainnya adalah kita bisa menyusunnya melalui program asuransi pendidikan. Mungkin banyak yang bertanya, apakah itu aman?

Banyak orang yang memang belum terlalu kenal dan paham mekanisme asuransi ini. Kebanyakan merasa takut rugi dan uang tidak kembali. Namun setelah saya amati bagaimana ibu saya beberapa tahun ke belakang ikut program asuransi pendidikan, saya pun mulai tertarik. Beliau mengalokasikan sebagian tabungannya untuk setor premi asuransi tiap bulannya dengan harga tertentu yang sudah disepakati saat awal pembukaan polis asuransi. Kemudian dilakukan kesepakatan jangka waktu penyimpanan asuransi juga, untuk berapa lama. Sehingga dalam kurun waktu tersebut, uang asuransi tidak bisa diambil. Beda kan dengan tabungan? Jika menabung biasanya kita gatal ingin mengambil dan menghabiskan uang tersebut.

Asuransi Pendidikan, Bisakah Jadi Solusi?

Salah satu lembaga asuransi terlengkap yang membuka asuransi kesehatan hingga pendidikan adalah sequis. dengan mottonya yaitu your better tomorrow, sequis hadir seolah menjawab keresahan orang tua tentang biaya pendidikan anak yang semakin mahal. Melalui sequis kita bisa menyiapkan masa depan anak-anak kita dengan kepastian dana pendidikan.

Di sequis ada beberapa jenis program asuransi pendidikan. Yaitu: Telepro beasiswa berjangka, Edu Plus, Sequis Edu Pan Insurance, Sequis EduPlan, dan Sequis Global EduPlan Insurance. Apa beda dari kelima jenis program asuransi tersebut?

1. TelePro Beasiswa Berjangka

Program asuransi ini adalah penawaran khusus bagi para nasabah BRI Britama, dengan pembayaran premi yang lebih singkat namun masa pertanggungan asuransi lebih panjang. Harga preminya sangat terjangkau. Hanya sekitar Rp 6500 per hari. Murah kan? Masih sangat murah jika dibandingkan dengan jajan kita sehari-hari. Masa pertanggungan asuransi bisa sampai 18 tahun, dan kita cukup hanya membayar 8 tahun. Bagaimana syarat dan ketentuannya? Bagi yang tertarik dengan produk asuransi ini bisa menghubungi sequis care atau bisa dibaca terlebih dahulu informasi yang detailnya di web berikut https://www.sequis.co.id/id/asuransi-jiwa/individu/asuransi-pendidikan/Telepro-Beasiswa-Berjangka

2. Edu Plus

Program asuransi ini merupakan kerja sama antara sequis dengan BRI. Bedanya dengan program sebelumnya adalah produk ini memberikan manfaat plus sesuai namanya, yaitu memberikan dana pendidikan terjadwal dan manfaat meninggal dunia. Masa pertanggungan asuransi adalah 16 tahun dan masa pembayaran premi adalah 10 tahun. Tertarik? Silakan langsung baca detailnya di https://www.sequis.co.id/id/asuransi-jiwa/individu/asuransi-pendidikan/Eduplus

3. Sequis EduPlan Insurance

Kita tahu biaya pendidikan tiap harinya makin mahal. Nah bagi yang ingin menyiapkan dana pendidikan dengan perencanaan yang tepat dan optimal untuk mengimbangi inflasi keuangan setiap tahunnya. Dan di produk ini kita bisa memilih masa pembayaran premi sesuai dengan yang diingginkan. Bisa 3, 6, 9, 12, atau 15 tahun. Bagi yang tertarik dengan program produk ini bisa membaca informasi lebih lanjut di https://www.sequis.co.id/id/asuransi-jiwa/individu/asuransi-pendidikan/Sequis-Eduplan-Insurance

4. Sequis EduPlan

Bagi yang menginginkan dana tahapan/ dana pendidikan multiguna, dengan plus adanya perlindungan jiwa dengan besar pembayaran premi sesuai pilihan kita. Produk ini hampir mirip dengan TelePro Beasiswa Berjangka, namun besaran premi sedikit berbeda yaitu sekitar Rp 8500 per hari. Nah, masih lebih murah kan dibandingkan dengan jajan kita sehari-hari? Bagi yang tertarik dengan produk beasiswa ini, bisa cek informasinya di sini https://www.sequis.co.id/id/asuransi-jiwa/individu/asuransi-pendidikan/Asuransi-Sequis-Eduplan

5. Sequis Global EduPlan Insurance

Produk kelima asuransi ini adalah mirip dengan sequis eduplan insurance. Bedanya, jika kita merencanakan pendidikan anak nantinya ingin bersekolah keluar negeri, bisa memilih produk asuransi ini. Massa pembayaran premi adalah 3, 6, dan 9 tahun. Untuk informasi lebih lanjut bisa dicek di https://www.sequis.co.id/id/asuransi-jiwa/individu/asuransi-pendidikan/Sequis-Global-Eduplan-Insurance

WhatsApp Image 2018-09-20 at 17.51.02

Merencanakan Pendidikan Terbaik Anak Hingga ke Luar negeri. Dokumentasi: Pribadi

Bagaimana Cara Mendaftar Asuransi Ini?

Teman-teman mungkin setelah membaca uraian beraneka produk asuransi di atas merasa tertarik dan ingin mendaftar. Lalu bagaimana cara mendaftar asuransi ini? Sangat mudah. Kita bisa menghubungi langsung sequiscare, dan mereka akan memandu kita untuk daftar langsung di kantor sequis terdekat.

Dengan hadirnya lembaga asuransi sequis dengan berbagai keunggulan produk asuransi pendidikannya, bisa menjawab keresahan para orang tua tentang masa depan pendidikan anaknya. Saya dan suami pun sekarang bisa tersenyum lega ketika membaca brosur tentang sequis ini. Rasa khawatir hilang, pikiran tenang. Nah, bagaimana dengan teman-teman semua? Apakah sudah merencanakan tabungan pendidikan anak melalui program asuransi? Yuk rencanakan pendidikan terbaik untuk anak-anak kita.

Palembang, 29 Juli 2019

Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes menulis blog bersama sequis.

 

Si Chemong dalam Pendekatan Pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) untuk Meningkatkan Literasi dan Keterampilan 4C Peserta Didik di SMA Negeri Sumatera Selatan

Bertugas di sekolah unggulan seperti SMAN Sumatera Selatan memberikan tanggung jawab moril pada diri pribadi sebagai seorang guru baru di sekolah tersebut. Apakah penulis mampu memberikan yang terbaik? Apakah para peserta didik bisa menerima pembelajaran dengan menyenangkan? Apalagi mata pelajaran yang penulis ampu adalah kimia, yang merupakan mata pelajaran tergolong baru dan kurang familiar bagi para siswa kelas X. Karena selama ini, di SMP kimia masih terintegrasi dalam IPA dan porsi materinya masih sedikit. Namun ini menjadi PR besar bagi kami, para guru kimia untuk senantiasa bisa menyelenggarakan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan abad ke-21 yaitu kecakapan literasi sains melalui pendekatan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dan 4C (Communication, Collaborative, Critical Thinking, and Creativity).

Abad ke-21 ini merupakan era teknologi yang sebelumnya dijelaskan bahwa pada era ini diharapkan para guru mampu mengembangkan peserta didik dalam bidang literasi sains dan keterampilan 4C. Pembelajaran sains pada hakekatnya adalah mendalami kebesaran Tuhan melalui fenomena alam yang dapat teramati. Dari fenomena yang terjadi, kemudian para ilmuwan meneliti dan akhirnya mencetuskan sebuah teori pendukung terkait fenomena tersebut. Sehingga bila kita tinjau dari prosesnya, sains ini akan sangat bermakna jika dimulai dengan pengamatan fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Namun pada kenyataannya, kebanyakan guru menyampaikan materi berupa teori, teori, dan teori. Yang tadinya sains sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, seolah menjadi mata pelajaran yang bersifat abstrak.

Menurut Chittleborough (2007) kimia adalah salah satu rumpun mata pelajaran sains, yang bersifat abstrak dengan memadukan pengamatan fenomena yang terjadi secara makroskopik, berdasarkan penjelasan level partikulat (atom, ion molekul), yang kemudian disederhanakan melalui bahasa kimia (simbol). Saat mata pelajaran abstrak diajarkan dengan cara yang abstrak, tentulah akan membuat peserta didik semakin kebingungan dan merasa kimia adalah pelajaran yang sulit. Bahkan saat pertama kali penulis masuk di salah satu kelas X di SMAN Sumsel ada seorang peserta didik yang menyatakan sebenarnya kita belajar kimia untuk apa? Mengapa kimia itu seperti pelajaran aneh? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan negatif sejenis yang mereka ungkapkan.

Salah satu topik kimia di kelas X yang menjadi horor bagi peserta didik adalah hukum dasar kimia dan stokiometri. Karakter topik ini penuh konsep, abstrak, dan banyak perhitungan. Diperlukan kemampuan siswa untuk memahami konsep, menalar, berpikir kritis atau bisa kita sebut butuh kemampuan literasi sains dan 4C ini. Beberapa metode pembelajaran pun telah diuji cobakan. Namun hanya 10% setiap kelasnya yang melewati nilai KKM sebesar 75. Setelah dilakukan pengamatan, ternyata pemahaman konsep dasar peserta didik yang masih kurang. Mereka tahu bunyi satu hukum kimia, namun tidak paham aplikasinya. Ada juga yang sering tertukar antara satu hukum kimia dengan hukum kimia lainnya. Dari permasalahan ini penulis pun mencoba untuk menggunakan metode penugasan lagu kimia, yang dalam hal ini penulis istilahkan sebagai Si Chemong (Science Chemistry Song). Karena berdasarkan Sugiarto (2011) yang menyatakan musik/ lagu membuat suasana belajar semakin nyaman, bahkan dapat menenangkan dan menyeimbangkan kerja otak. Sehingga diharapkan konversi kimia lewat seni akan membuat peserta didik nyaman belajar, minimal senang dengan kimia.

Mengapa penulis antusias Si Chemong ini bisa menjembatani siswa untuk meningkatkan literasi sains dan keterampilan 4C? Penulis melihat dalam proses pembuatan Si Chemong ini yang ternyata memuat metode untuk meningkatkan literasi sains dan keterampilan 4C. Yaitu:

  1. Peserta didik membaca kembali konsep materi kimia sesuai penugasan masing-masing kelompok

Pada tahap ini siswa akan berliterasi dengan harus membaca dan mencari referensi. Dalam pelaksanaannya, kemampuan berkolaborasi dan berkomunikasi sangat diperlukan antar anggota kelompok.

  1. Peserta didik merancang lirik lagu dengan memuat isi materi kimia yang ditugaskan

Pada tahap ini siswa kembali menggunakan kemampuan berpikir kritis dan kreatifnya di dalam kelompok. Setiap kelompok bebas menentukan lirik, asal tidak menyimpang dari inti konsep materi kimia tersebut. Selain itu pada tahap ini keterampilan komunikasi antar anggota semakin terlatih.

  1. Peserta didik merekam lagu tersebut, yang kemudian dinyanyikan dan direkam per kelompok dan mengunggahnya di akun media social sepeti youtube

Pada tahap ini siswa berlatih secara kreatif untuk bisa menampilkan yang terbaik dari hasil perencanaan dan latihan mereka. Di sini akan terlihat mana kelompok yang anggotanya berkolaborasi dengan baik, dan mana yang kurang.

Dari ketiga tahapan pokok tadi, bisa kita lihat penugasan Si Chemong ini mengakomodasi literasi sains dan melatih 4C peserta didik. Dan secara praktis, dalam proses pembuatan lagu Si Chemong, peserta didik sudah melakukan pendekatan pembelajaran yang terintegrasi, yang sekarang terkenal dengan istilah STEAM. Berikut rincian pendekatan pembelajaran tersebut pada tiap tahapannya:

  1. Science

Topik yang dipelajari peserta didik adalah kimia yang merupakan bagian dari sains.

  1. Technology dan Engineering

Peserta didik menggunakan alat perekam video, video editor, intrumen musik, dll yang merupakan bagian dari teknologi. Serta proses unggah video tersebut ke akun media sosial seperti youtube.

  1. Art

Meskipun bukan pelajaran seni, ternyata kimia pun bisa dipadukan dengan seni. Mengonversikan konsep kimia ke dalam bentuk lagu, bisa dengan cepat membuat seseorang ingat dan tidak akan mudah lupa.

  1. Mathematics

Matematika yang menjadi konsep dasar bagi setiap disiplin ilmu, dan dalam topik stoikiometri ini dibutuhkan kemampuan matematis.

       Rincian tahapan dan pelaksanaan Si Chemong yang ternyata mencakup kemampuan literasi sains dalam STEAM dan keterampilan 4C diharapkan bisa menjadi alternatif solusi best practice untuk para guru kimia dalam menjembatani materi yang tergolong sulit, namun memerlukan hapalan dan pemahaman konsep dasar. Secara analisis kuantitatif memang diperlukan uji coba terbatas dalam penelitian pengembangan selanjutnya.

Berikut contoh video kelompok siswa yang sudah saya unggah di akun youtube:

 

Referensi:

  1. Chittleborough, G. (2004). The Role of Teaching Models and Chemical Representations in Developing Students’ Mental Models of Chemical Phenomena (Doctoral Thesis, Curtin University, Perth, WA). Retrieved from https://espace.curtin.edu.au/handle/20.500.11937/763
  2. Sugiarto, I. (2011). Cara Mengoptimalkan Daya Kerja Otak dengan Berpikir Holistik dan Kreatif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Palembang, Juni 2019

Tulisan ini diikutsertakan dalamLomba Internal Guru SMAN Sumatera Selatan

Jambee Kleng dan Pineung: Tanaman Potensial Aceh Timur untuk Pembelajaran Kreatif Kimia Topik Asam Basa

Mengabdi di daerah terpencil bukan berarti menyurutkan langkah dan semangat para pendidik profesional untuk terus belajar berinovasi dan semakin kreatif dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Teringat dengan motivasi dari Bapak Dr. Wawan Wahyu, S.Pd., M.Pd, seorang dosen hebat selama saya studi di S1 Jurusan Pendidikan Kimia UPI yang fokus mendalami pembelajaran kimia, menyampaikan saat seorang guru berada di daerah terpencil sekalipun, tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan praktikum. Tidak boleh kita jadikan alasan bahwa di daerah terpencil serba terbatas, tidak ada bahan dan alat kimia. Karena sejatinya kimia merupakan mata pelajaran rumpun sains, yang dalam pembelajarannya sudah seharusnya kita kenalkan sifat ilmiah kepada siswa untuk belajar menjadi ilmuwan dengan melakukan penelitian. Bukan sekadar menuliskan teori, menjelaskan konsep, menghapal rumus, dan menyelesaikan soal. Saat itu beliau menggambarkan konsep destilasi (penyulingan) dengan menggunakan inovasi alat sederhana. Dari pembelajaran dengan beliau, ada sebuah tanggung jawab bagi kami, para guru kimia, untuk bisa menjalankan amanah yaitu pembelajaran kimia kreatif dengan menggunakan praktikum meskipun hanya menggunakan media berupa alat dan bahan seadanya.

Setelah mendapatkan amanah tersebut dan kami tiba di tempat penugasan rasanya memang sangat berbeda. Mendidik di sekolah yang serba lengkap alat dan bahan praktikumnya, sungguh sangat mudah. Saat itu saya ditugaskan di sekolah yang jika dibandingkan dengan teman-teman lainnya memang masih harus saya
syukuri. Sekolah tempat tugas saya adalah Sekolah Menengah Atas, yang ternyata alat-alat praktikum kimianya tergolong cukup lengkap. Namun tantangan saat itu adalah menghidupkan kembali laboratorium yang sudah lama penuh debu, dan alat praktikum hibah yang belum tersentuh sama sekali.

Tantangan kembali datang saat akan melaksanakan praktikum asam basa. Kertas lakmus dan indikator universal saat itu tidak ada sama sekali di sekolah. Namun saya teringat, kita bisa menggunakan indikator alam dari tumbuhan sekitar sebagai penggantinya. Di bangku sekolah maupun buku pelajaran, kita familiar menggunakan kunyit, daun kertas (bougenville), ataupun kol ungu sebagai indikator alam. Perubahan warna yang mencolok dari ketiga tanaman tadi memang bisa kita manfaatkan untuk pembeda mana larutan yang bersifat asam, dan mana yang basa. Tetapi, apa jadinya jika di tempat penugasan tidak ada kol ungu? Apalagi harga kol ungu ini sangat mahal, dan biasanya hanya dijual di pasar besar atau supermarket. Berarti sebuah pembelajaran kimia kreatif dengan menggunakan bahan alami lainnya harus kita temukan.

Screenshot_799

Beberapa contoh tumbuhan untuk indikator alami asam basa. Sumber: https://www.amongguru.com/pengertian-dan-jenis-jenis-indikator-asam-basa-beserta-contohnya/

Melihat daerah penugasan di Kabupaten Aceh Timur yang kaya akan tanaman jamblang (jambee kleng) dan pinang (pineung), terlintaslah sebuah ide untuk mencari referensi terlebih dahulu tentang kedua tanaman tersebut. Tanaman jamblang memiliki buah buni yang berbentuk lonjong atau bulat telur dengan daging buah berwarna putih kekuningan hingga warna keunguan. Jika kita tambahkan jambee kleng ke larutan asam kuat seperti H2SO4 (asam sulfat) akan memberikan warna merah, sementara saat ditambahkan ke larutan asam lemah seperti CH3COOH (asam cuka) akan memberikan perubahan warna menjadi pink. Pada basa kuat, akan memberikan perubahan warna hijau dan biru muda pada basa lemah. Karakter tanaman jambee kleng dalam memberikan perubahan warna pada larutan sangat mirip dengan kol ungu, yang bisa kita gunakan sebagain indikator universal. Namun tentunya lebih murah dan mudah didapatkan bukan? Karena kita tinggal memetik buah dari pohon ini di sekitar area sekolah atau sekitar hutan-hutan.

Begitupun dengan buah pinang. Hasil ekstraksi buah pinang yang berwarna oranye ini akan memberikan perubahan warna oranye terang pada larutan asam. Sedangkan pada larutan basa tetap oranye. Sehingga kita bisa simpulkan buah pinang ini berpotensi sebagai indikator basa yang menimbulkan perubahan hanya pada larutan basa. Karakter buah pinang ini mirip dengan kunyit.

Ternyata benar adanya jika alam ini sangat kaya. Tinggal bagaimana seorang guru bisa mengkreasikan dan menggali kekayaan alam tersebut untuk terwujudnya pembelajaran sains seperti kimia yang semakin kreatif, meskipun di daerah terpencil sekalipun.

Palembang, Juni 2019

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis artikel peringatan harlah ke-4 MSI (Masyarakat SM-3T Indonesia)

Menjamurnya Online Shop: Peluang Suksesnya Ekonomi Digital di Indonesia?

Tidak bisa dielakkan, saat ini teknologi sangat berkembang pesat. Bisa dikatakan hampir semua kegiatan masyarakat tidak pernah lepas dari teknologi. Bayangkan saja, untuk memesan makanan atau pun kendaraan, kita tinggal memasukkan pesanan yang diinginkan melalui aplikasi. Tidak heran jika saat ini dikatakan sebagai zaman serba digital. Kemajuan teknologi ini ternyata mempengaruhi laju perekonomian. Bagi sebagian besar orang yang sering menggunakan aplikasi angkutan online, mungkin pernah menggunakan dompet digital seperti go-pay, ovo, adan TCash. Membayar suatu barang atau jasa tanpa menggunakan uang fisik. Inilah yang kita sebut ekonomi digital.

Bagi masyarakat awam seperti saya, istilah ekonomi digital memang terdengar asing. Lalu sebenarnya apa ya ekonomi digital itu secara keilmuan?

74f25de8-92f6-4da8-8488-a9137b2c7bb7_169

Sumber: finance.detik.com

Ekonomi Digital, Apa itu ya?

Encarta Dictionary mendefinisikan ekonomi digital sebagai pasar dan transaksi yang terjadi di dunia internet. Lebih lanjutnya PC Magazine mendefinisikan sebagai penerapan teknologi dan informasi (ICT) dalam kegiatan perekonomian. Nah, dari definisi ini ternyata tanpa disadari kita pun sudah melaksanakan ekonomi digital ini. Dan kalau kita lihat di televisi, seabreg iklan online shop ataupun jasa transportasi online. Beberapa pakar mengatakan Indonesia akan menjadi negara yang memainkan peran ekonomi digital nantinya, seperti Amerika.

Online Shop: Peluang Suksesnya Ekonomi Digital?

Dikutip dari kominfo.go.id (22/11/2015), yang menyatakan laju perekonomian di Indonesia yang menurun. Namun justru untuk usaha berbasis teknologi, e-commerce mengalami peningkatan. Bahkan dikatakan usaha ini bisa menjadi tulang punggung di kemudian hari.

belanja-online-jadi-pilihan-utama-masyarakat-selama-ramadan-170706b

Sumber: dream.co.id

Memang jika kita tinjau ada berapa banyak online shop besar di Indonesia saat ini? Ada berapa banyak pelaku usaha online yang merupakan ibu-ibu rumahan? Dari sini kita bisa menyimpulkan mengapa usaha ini berpeluang besar dala ekonomi digital. Pelaku usaha ini tidak terbatas. Bisa dilakukan semua umur, berbagai jenis pekerjaan, ataupun jenis kelamin. Hanya dengan modal internet, ponsel pintar, dan pengetahuan tentang iklan secara online terhadap jaringan, akan bisa menyukseskan usaha tersebut.

Di negara maju seperti Amerika, minat anak muda terhadap usaha mandiri berbasis teknologi ini sangat besar. Cukup berbeda dengan di Indonesia yang masih banyak berminat menjadi pegawai negeri. Namun lambat laun banyak pula anak muda Indonesia yang melek akan usaha dan ekonomi digital ini. Sehingga peluang ini sangat bagus untuk membangun ekonomi digital Indonesia yang kokoh.

Mengapa Online Shop

Indonesia negara yang padat penduduk. Potensi jual beli produk ataupun jasa akan sangat berprospek besar. Berdasarkan penuturan Ernst dan Young, menyatakan peningkatan bisnis online di Indonesia tiap tahun hampir 40%. Coba kalau kita renungkan, apa sih yang tidak bisa kita beli secara online? Sekarang semuanya, sampai kebutuhan isi perut dan isi rumah pun ada.

Lambat laun orang-orang pun cenderung banyak merasakan kemudahan dalam berbelanja online. Mereka menggunakan ponsel bukan sekadar untuk menelpon dan mengirim pesan. Gaya hidup yang semakin konsumtif membuat setiap orang senang melihat-lihat belanjaan di web toko-toko online. Belum lagi ditambah promo diskon dan berbagai promo lainnya yang menggiurkan.

Sehingga banyak orang berpikir, sudah dipermudah seperti ini mengapa harus tetap mau berdesak-desakan belanja? Harus capai-capaian? Harus panas-panasan? Jika lewat online, saat di rumah bahkan di tempat tidur pun kita bisa memilih produk yang diinginkan.

Inilah dunia digital, yang bidang ekonomi pun ikut menjadi digital. Bukan tidak mungkin nantinya semua pembayaran dilakukan secara digital. Bagaimana menurut teman-teman, sudah siapkah kita menghadapinya?

#Ecodigi

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Bank Indonesia Ekonomi Digital. Bagi yang tertarik bisa lihat infonya di poster ini.

img-20181122-wa0001

 

 

Indahnya Wisata Pulau Kemaro di Wonderful Indonesia

JEPANG VS INDONESIA Di mataku…

PhotoGrid_1543735834450

Saat kuliah di Jepang, saya selalu dibuat takjub dengan segala sudut tiap kotanya. Rasanya tidak ada habis-habisnya saya ingin dipotret di sana dengan berbagai gaya, berbagai latar, dan berbeda musim. Rasanya sangat indah. Namun tidak disangka, adik saya yang sudah hampir empat tahun tinggal di Jepang malah berpendapat lain. Dia bilang Indonesia jauh lebih indah, dan jauh lebih cantik.

IMG_20181107_085022

What? saya kaget bukan kepalang. Yang saya tahu wisata di Indonesia tidak terkelola dengan baik. Fasilitas umum seperti toiletnya yang sering bau, angkutan untuk menuju destinasi wisata yang kita tuju yang sangat susah, dan lain sebagainya. Namun adik saya tetap keukeuh bilang Indonesia itu tanpa dihias ataupun dipermak sudah sangat cantik. Apalagi kalau kita mengelola pariwisata nya dengan baik, bisa-bisa Jepang kalah dan masyarakat kita tidak perlu menghabiskan banyak uang di negara sakura itu. Cukup berlibur di Indonesia, dan pemasukan dari wisata pun bisa berputar untuk pengembangan tempat wisata itu lagi.

Dan sepertinya saya harus mulai percaya pada kata-kata adik saya, bahwa Indonesia itu indah dan merupakan surga dunia. Pantas saja Indonesia sudah menjadi primadona beratus tahun sebelumnya. Tidak heran Belanda dan Jepang banyak menguras kekayaan Indonesia yang kaya akan rempah-rempah ini.

Logo WI Final-20092017

 

Pulau Kemaro di Wonderful Indonesia

Pada September 2018 lalu, saya pulang ke Indonesia karena masa studi saya selesai. Saya yang berasal dari Jawa Barat, di tahun ini harus pindah domisili ke Sumatera Selatan untuk mengikuti tempat tugas suami.

  Ternyata ada satu tempat di sini yang indah dan baru sebagian kecil masyarakat Indonesia yang tahu.  Nah, Siapa yang belum pernah pergi ke kota Wong Kito Galo? Kota yang terkenal dengan makanan khas pempek dan mie celor ini merupakan salah satu kota besar di Indonesia, dan namanya semakin terkenal dengan dipercayakannya kota ini sebagai salah satu tuan rumah Asean games tahun 2018 lalu, selain Kota Jakarta. Tentunya kita sangat familiar dengan ikon kota ini, yaitu Jembatan Ampera. Namun baru sedikit yang tahu tentang obyek wisata lainnya, yaitu pulau Kemaro. Seperti apakah pulau Kemaro itu?

IMG_20181026_115637

Ke Pulau Kemaro Bisa Jadi Wisata Sejarah?

Dikutip dari jejakpiknik.com (17/2/2018) mengatakan Pulau ini terletak di tengah Sungai Musi. Pulau ini memang terkenal dengan wisata religi, karena terlihat bangunan pagoda khas Cina saat kita menginjakkan kaki di pulau ini. Sehingga saat peringatan Cap go meh, pulau ini sudah pasti akan diminati banyak pengunjung.

IMG_20181026_120057

Nama Kemaro ini diambil dari istilah bahasa lokal yaitu kemarau. Hal ini berdasarkan keistimewaan pulau ini yang tidak pernah tenggelam atau terendam air, meskipun air sungai Musi saat pasang. Keunikan ini menjadikan pulau Kemaro sebagai benteng lapis pertahanan pertama saat masa pemerintahan keraton Palembang dalam menghadapi kolonial Belanda. Benteng pertahanan ini singkat cerita dikuasai Belanda, dan tidak tersisa sedikitpun. Yang akan kita jumpai adalah banyaknya klenteng yang berdiri sekitar tahun 1960-an. Karena pulau ini akhirnya banyak didiami etnis Tiongkok. Kisah benteng lapis pertama ini kurang diketahui khalayak ramai, di tahun 2006 sebuah batu prasasti menuliskan legenda pulau Kemaro yang berkaitan dengan klenteng Pagoda yaitu tentang kisah cinta Tan Bu ann dan Siti Fatimah.

Bagaimana Cara Menuju Pulau Kemaro?

Pemandangan yang cantik akan kita jumpai saat mengendarai perahu dari sekitar Ampera atau daerah Kuto Besak menuju pulau ini. Hamparan sungai Musi yang sangat luas, bisa membuat kita menikmati perjalanan ditambah angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah. Harga perahu ketek yang bisa kita sewa adalah Rp 150,000- Rp 200,000 pulang pergi untuk satu rombongan berisi 4-6 orang. Dan harga tiket masuk ke pulau ini adalah gratis. Selain itu kita bisa menikmati es kelapa muda langsung dari batok kelapanya, dengan merogoh kantong Rp 12,000. Sungguh sangat nikmat. Bagi yang ingin menggunakan jasa tukang foto langsung cetak pun murah, hanya Rp 10,000 per lembar foto. Yuk, siapa yang ingin mampir di Pulau Kemaro?

Nah, bagi teman-teman yang memiliki cerita tentang indahnya Wonderful Indonesia, yuk ikut blog competition Wonderful Indonesia. Infonya bisa dibaca di sini ya… 😀

#BlogCompetition

#WonderfulIndonesia

Wonderful Indonesia_Poster_Fixed

Sumber: Pengalaman Pribadi