Sedihnya Memori Gawai yang Sangat Kecil: Saatnya Back Up Data Dengan Sandisk

Semakin canggihnya gawai dengan berbagai fitur keunggulannya membuat orang-orang semakin mudah dalam menjalani kehidupannya. Bayangkan jika dulu kita ingin memotret wajah ataupun pemandangan dengan kualitas terbaik, kita harus punya kamera DSLR dengan resolusi hingga 40 MP. Dan kalau kita tanyakan berapa harga kamera tersebut, jawabannya sudah pasti lebih dari Rp 5juta. Jika dulu kita ingin mengabadikan momen acara dalam bentuk video, kita wajib punya handycam. Bisa dihitung hanya berapa persen saja orang-orang yang punya alat perekam tersebut. Saat itu kamera DSLR dan handycam adalah barang mahal. Namun sekarang, dengan adanya inovasi gawai yang merupakan ponsel pintar alias smartphone, kita tidak perlu lagi merogoh uang hingga lebih dari Rp 5juta. Banyak ponsel pintar dengan harga terjangkau sekitar Rp 1 jutaan, kita sudah bisa mendapatkan ponsel dengan kualitas kamera yang bagus.

Dengan adanya fasilitas kamera berkualitas bagus tersebut, tidak aneh kalau sekarang orang-orang sangat senang mengabadikan setiap momennya secara swafoto. Begitupun saya, yang baru menjadi seorang ibu. Setiap momen perkembangan Afnan rasanya ingin saya abadikan setiap detiknya. Apalagi smartphone saya memiliki memori penyimpanan yang sangat besar. Karena itu, saya terkadang malas dan lupa untuk segera memindahkan foto-foto ataupun data di gawai saya tadi sesegera mungkin. Akibatnya, saat banyak kejadian tidak terduga saya merasa sangat menyesal. Kejadian pertama adalah jatuhnya gawai saya dari lantai dua sampai pecah dan mati total, kemudian kejadian lainnya adalah gawai saya yang terendam air hingga tidak bisa hidup lagi. Rasanya saat itu saya ingin menangis. Foto-foto Afnan yang penuh kelucuan itu harus hilang. Saya sangat menyesal dan berasa ingin bisa memutar waktu supaya bisa kembali ke masa itu dan segera melakukan back up data.

Kejadian ini tentunya bukan hanya pengalaman pribadi saya. Berdasarkan data sebanyak 67% orang Indonesia pernah kehilangan data (droidlime, 2019) dan didukung data lainnya melalui survei yang dilakukan oleh DEKA dan Western Digital, karena banyaknya kejadian kehilangan data hampir 80% masyarakat Indonesia semakin ngeh untuk memback up datanya sesegera mungkin. Nah sebetulnya apa sih back up data itu? Lalu faktor apa yang menyebabkan kebanyakan orang seperti saya dulunya malas memback up data?

Definisi Back Up Data

Apa sih sebenarnya back up data itu? Back up artinya memindahkan atau menyalin suatu kumpulan informasi (data) yang tersimpan di suatu perangkat untuk dipindahkan ke perangkat lainnya. Data ini bisa berupa dokumen, file gambar, video, dll.

Terus Manfaat Back Up Data Itu Apa?

Banyak kejadian yang tidak terduga semisal gawai rusak, atau dicuri orang. Atau bahkan terkadang satu file rusak karena terkena virus sehingga tidak bisa dibuka bahkan menjadi file yang berantakan. Jika kita punya cadangan data di perangkat lainnya, saat beberapa kejadian tidak mengenakkan itu kita alami, kita bisa mengamankan file teesebut. Jadi intinya untuk faktor keamanan.

Seperti Apa Biasanya Kita Memindahkan Data? 

Ada beberapa cara untuk memback up data ini. Kita mungkin pernah memindahkan data lewat disket, CD RW, falshdisk, dsb. Kemudian kita pun mengenal istilah kabel data, dan kartu memori. Dalam pemakaiannya ada kelebihan dan kekurangan. Dan cara yang biasa kita gunakan untuk memindahkan data dari gawai ke perangkat lain, kita biasa gunakan kabel data ataupun mengeluarkan kartu memorinya.

Namun kedua cara tersebut bagi saya terkesan repot. Selain karena kabel charger saya tidak bisa berfungsi sebagai kabel data, terkadang cara memindahkan lewat kabel data ini agak ribet saat memilih file yang akan dipindahkan.

Saat itu kembali saya merasa malas untuk memindahkan data. Dan alhasil lagi-lagi banyak file saya yang hilang dan rusak. Saya pun mencoba memindahkan nya lewat aplikasi seperti whattsapp web, baru dari laptop saya buka dan simpan di laptop. Namun lagi-lagi cara ini ribet, dan memerlukan koneksi internet.

Untunglah teteh saya mengenalkan cara mudah memback up data dengan menggunakan USB OTG Sandisk. Terutama saat itu memori gawai ini sangat sedikit. Sementara beliau sangat hobi mendengarkan ceramah dan lagi nostalgia. Maunya diputar terus-terusan, tapi memori gawai tidak memungkinkan. Bahkan penglaman terparah mama saat akan pergi menemui saya di Jepang.

Saat itu saya sedang melanjutkan studi S2 di Jepang,dan rencananya saat musim semi beliau akan datang mengunjungi saya dan cucunya. Pergi sendirian ke luar megeri untuk mama yang sudah lumayan sepuh bikn deg-degan juga. Terlebih saat di bandara, tiba-tiba mama agak dipersulit untuk pengurusan imigrasi dengan menanyakan tiket kepulngn, dll. Tiket kepulangan sebetulnya sudah ada dalam bentuk soft file. Namun karena memori gawai mama yang penuh, alhasil file nya tidak bisa dibuka. Mama saat itu panik dan hampir menangis. Akhirnya mama pilih-pilih file yang bisa dihapus. Tapi beberapa file dirasakan #DibuangSayang. Meskipuj pada akhirnya beberapa foto Afnan saat masih bayi harus direlakan mama untuk dihapus.

26219765_10210113766029946_1841062614045353980_n

Saat Mama Berangkat ke Jepang Sendirian dan Hampir Ga Berangkat Karena File Tiket kepulangan Tidak Bisa Terlihat. Dokumentasi: Pribadi

Belajar dari pengalaman ini, akhirnya berkat USB OTG Sandisk yang diberikan teteh, mama bisa tetap anteng mendengarkan ceramah dan lagu-lagu. Dan bisa menjaga beberapa file penting untuk tidak dihapus.

Dan inilah sandisk. Yang memiliki seri #sandiskAPAC dengan berbagai keunggulannya.

USB OTG Sandisk dan Berbagai Keunggulannya

Kok bisa USB OTG ini berbeda dengan USB biasa? Jelas beda. Karena kita bisa memasukkan flashdisk ini langsung ke gawai kita. Sehingga kita bisa secara langsung memindahkan data dari gawai dengan USB ini. OTG berasal dari kata On the Go. Yaitu sebuah perangkat yang dirancang untuk bisa membaca data langsung dari USB tanpa harus dikoneksikan dulu ke PC.

Semua smartphone sudah mendukung fasilitas OTG ini. Jadi tidak perlu repot dengan cara jadul saya yang dulu harus menyiapkan laptop terlebih dahulu ketika memindahkan file.

8cde8de7-6219-46f2-ac2f-98482222e6c7

USB Sandisk. Dokumentasi: Pribadi

Sandisk ini sudah sangat terkenal untuk nama USB. Kemasannya sederhana dan penampilan USB nya ringan serta mungil. Untuk harga pun terjangkau. Dengan adanya USB OTG Sandisk ini sangat memudahkan menjaga file kita, dan yang terpenting mama saya bahagia bisa memutar ceramah keagamaan dan berbagai lagu nostalgia kapan saja. Tingga colok USB OTG Sandisk ini.

Hamparan Sawit di Persada Bumi Pertiwi: Tanda Subur dan Kayanya Indonesia

Hampir dua puluh tahun saya tinggal di Tanah Pasundan, dan selama itu pula saya hanya tahu kekayaan Indonesia dari satu sudut pandang Sumber Daya Alam saja. Indonesia memiliki alam yang kaya, dengan hamparan sawah dan gunung yang indah. Namun ternyata kekayaan alam Indonesia tidak hanya sebatas gunung dan sawah. Lebih dari itu, kita memiliki sumber daya alam dan potensi tanaman lokal yang sangat menjanjikan. Yaitu sawit yang merupakan bahan baku pembuatan minyak sayur dan beberapa bioetanol untuk alternatif energi. Bagi saya yang tinggal di daerah pegunungan, kurang familiar dengan sawit ini. Saya lebih akrab dengan kelapa ataupun pala. Jika ditanya, bagaimana prosesnya dari sawit bisa menjadi minyak? Saya pasti akan menggeleng tidak tahu. Wacana sawit merupakan komoditas ekspor yang menjanjikan pun hanya sekadar berita yang terbaca di gulungan surat kabar, ataupun tayangan televisi. Hingga akhirnya saat usia 22 tahun, tepat setelah kelulusan kuliah S1 ku, saya pun bertugas di pedalaman Aceh Timur. Dan disanalah saya menemui banyak hal, terutama sawit yang terhampar luas dan membuat saya sadar bahwa Indonesia bukan hanya sekadar kaya. Namun memang Indonesia ini dikaruniakan Tuhan dengan kekayaan alam yang begitu banyaknya.

Saat di bangku kuliah, saya mengenal sawit melalui mata kuliah kimia industri. Namun hanya sebatas referensi bacaan. Tibalah saat saya tinggal di Aceh selama satu tahun. Pohon kokoh yang begitu besar ini memang mirip dengan kelapa. Buahnya yang bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah.

Akankah Pekerjaan Customer Service Punah di Masa Depan?

Momok Abad ke-21

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis sebuah artikel tentang bisa tidaknya robot menggantikan peran dan posisi guru di kelas. Tulisan tersebut bersumber dari paparan mata kuliah Baba Sensei tentang perkembangan pendidikan, yang saat itu topik utamanya adalah keterampilan abad ke-21 yang semakin hari semakin menuntut kemampuan literasi sains dan teknologi. Karena adanya prediksi beberapa pekerjaan yang akan punah, tidak dibutuhkan manusia di dalamnya, yang akhirnya perannya akan tergantikan oleh robot. Tulisan lengkap artikel itu bisa disimak di sini.

Guru: Pekerjaan yang Tidak Dapat Digantikan oleh Robot

Namun bagaimana dengan nasib pekerjaan lainnya? Misalnya pekerjaan yang hanya berulang, tidak memerlukan kontak batin atau perasaan di dalamnya? Misalnya seperti pekerja tekstil atau pengantar surat. Kedua pekerjaan ini diprediksi akan punah karena bisa diganti oleh robot. Lalu bagaimana nasib operator telpon atau customer service? Akankah pekerjaan ini punah juga?

Perkembangan AI dan Dampaknya

Kita lihat perkembangan AI alias Artificial Intelligence ini semakin maju. Teknologi berkembang, penelitian humanoid semakin banyak, dan penerapan di berbagai bidang pun semakin marak. Peran serta robot yang dirancang dengan kecerdasan buatan ini diharapkan bisa semakin membantu kerja manusia. Sehingga pekerjaan akan lebih cepat selesai, karena seperti yang kita tahu robot tidak akan merasa lelah dan tidak akan mengobrol di sela-sela pekerjaannya. Efisiensi waktu dan tenaga dari robot ini tergolong sangat tinggi.

Beberapa peran AI pada robot ini sudah mulai diaplikasikan, seperti pelayan restoran berupa robot, penjual minuman yang berbentuk vending machine, dsb. Terasa atau tidak ketika kita berbelanja online di salah satu toko online terbesar di Indonesia, peran serta robot sudah ikut serta. Ketika kita menulis pesan pribadi, terkadang ada balasan dari sistem. Lalu akankah customer service pun ikut tergantikan?

Customer Service: Tergantikan dan Punah?

Peran customer service adalah sebagai penyelesai masalah ketika ada keluhan atau pertanyaan dari konsumen. Biasanya kita akan terhubung dan bisa berbicara secara langsung dengan mereka, setelah menghubungi dan menekan tombol tertentu. Kabarnya AI ini akan mulai menggantikan peran asli CS. AI ini diatur untuk bisa menjawab berbagai masalah yang sering ditanyakan konsumen dan menanggapinya berdasarkan seringnya masalah tersebut yang dihadapi.

Bila kita lihat sekilas hal ini akan memudahkan pelanggan. AI ini bisa bekerja selama 24 jam tanpa henti. Pelanggan akan puas dan tidak perlu menunggu sampai waktu kerja CS jika ingin mengeluhkan atau mempertanyakan suatu persoalan.

Apakah cukup hanya di situ saja? Kalau dilihat sepertinya bisa jadi CS ini perlahan akan tergeser oleh robot ini. Namun apakah sepenuhnya akan tergantikan? Kalau saya lihat peran CS yang merupakan penerima dan penyelesai masalah, tetap saja memerlukan interaksi. Bagaimanapun robot dengan AI akan melaksanakan tugas sesuai dengan kode perintah yang sudah diatur di dalam otak buatannya itu. Namun bagaimana jadinya jika ada konsumen yang bertanya di luar masalah umum yang jarang terjadi? Bisa jadi robot akan kebingungan. Oleh karena itu menurut pendapat saya, pekerjaan CS ini masih akan bertahan hingga benar-benar AI yang dikembangkan sudah sangat optimal.

Nah, salah satu perusahaan penggembang AI saat ini yang populer adalah Botika. Dikembangkan dengan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik. Untuk melihat lebih jauh info tentang botika ini bisa disimak di http://botika.online/blog/. Meskipun menjadi dua mata pisau, perkembangan AI seperti botika ini tidak bisa dielakkan. Kita bisa melihat penerapan dan kegunaan AI di berbagai produk, seperti botika yang memiliki banyak produk yang bisa dilihat di sini.

Intinya kita tetap harus bijak menggunaakn AI ini. Karena bagaimanapun saat berinteraksi dengan manusia akan berbeda dengan robot. Namun tetap saja kita pun tidak bisa menghindari perkembangan AI yang semakin pesat ini.

Palembang, 30 Juli 2019

Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes blog sobat botika

Menjamurnya Online Shop: Peluang Suksesnya Ekonomi Digital di Indonesia?

Tidak bisa dielakkan, saat ini teknologi sangat berkembang pesat. Bisa dikatakan hampir semua kegiatan masyarakat tidak pernah lepas dari teknologi. Bayangkan saja, untuk memesan makanan atau pun kendaraan, kita tinggal memasukkan pesanan yang diinginkan melalui aplikasi. Tidak heran jika saat ini dikatakan sebagai zaman serba digital. Kemajuan teknologi ini ternyata mempengaruhi laju perekonomian. Bagi sebagian besar orang yang sering menggunakan aplikasi angkutan online, mungkin pernah menggunakan dompet digital seperti go-pay, ovo, adan TCash. Membayar suatu barang atau jasa tanpa menggunakan uang fisik. Inilah yang kita sebut ekonomi digital.

Bagi masyarakat awam seperti saya, istilah ekonomi digital memang terdengar asing. Lalu sebenarnya apa ya ekonomi digital itu secara keilmuan?

74f25de8-92f6-4da8-8488-a9137b2c7bb7_169

Sumber: finance.detik.com

Ekonomi Digital, Apa itu ya?

Encarta Dictionary mendefinisikan ekonomi digital sebagai pasar dan transaksi yang terjadi di dunia internet. Lebih lanjutnya PC Magazine mendefinisikan sebagai penerapan teknologi dan informasi (ICT) dalam kegiatan perekonomian. Nah, dari definisi ini ternyata tanpa disadari kita pun sudah melaksanakan ekonomi digital ini. Dan kalau kita lihat di televisi, seabreg iklan online shop ataupun jasa transportasi online. Beberapa pakar mengatakan Indonesia akan menjadi negara yang memainkan peran ekonomi digital nantinya, seperti Amerika.

Online Shop: Peluang Suksesnya Ekonomi Digital?

Dikutip dari kominfo.go.id (22/11/2015), yang menyatakan laju perekonomian di Indonesia yang menurun. Namun justru untuk usaha berbasis teknologi, e-commerce mengalami peningkatan. Bahkan dikatakan usaha ini bisa menjadi tulang punggung di kemudian hari.

belanja-online-jadi-pilihan-utama-masyarakat-selama-ramadan-170706b

Sumber: dream.co.id

Memang jika kita tinjau ada berapa banyak online shop besar di Indonesia saat ini? Ada berapa banyak pelaku usaha online yang merupakan ibu-ibu rumahan? Dari sini kita bisa menyimpulkan mengapa usaha ini berpeluang besar dala ekonomi digital. Pelaku usaha ini tidak terbatas. Bisa dilakukan semua umur, berbagai jenis pekerjaan, ataupun jenis kelamin. Hanya dengan modal internet, ponsel pintar, dan pengetahuan tentang iklan secara online terhadap jaringan, akan bisa menyukseskan usaha tersebut.

Di negara maju seperti Amerika, minat anak muda terhadap usaha mandiri berbasis teknologi ini sangat besar. Cukup berbeda dengan di Indonesia yang masih banyak berminat menjadi pegawai negeri. Namun lambat laun banyak pula anak muda Indonesia yang melek akan usaha dan ekonomi digital ini. Sehingga peluang ini sangat bagus untuk membangun ekonomi digital Indonesia yang kokoh.

Mengapa Online Shop

Indonesia negara yang padat penduduk. Potensi jual beli produk ataupun jasa akan sangat berprospek besar. Berdasarkan penuturan Ernst dan Young, menyatakan peningkatan bisnis online di Indonesia tiap tahun hampir 40%. Coba kalau kita renungkan, apa sih yang tidak bisa kita beli secara online? Sekarang semuanya, sampai kebutuhan isi perut dan isi rumah pun ada.

Lambat laun orang-orang pun cenderung banyak merasakan kemudahan dalam berbelanja online. Mereka menggunakan ponsel bukan sekadar untuk menelpon dan mengirim pesan. Gaya hidup yang semakin konsumtif membuat setiap orang senang melihat-lihat belanjaan di web toko-toko online. Belum lagi ditambah promo diskon dan berbagai promo lainnya yang menggiurkan.

Sehingga banyak orang berpikir, sudah dipermudah seperti ini mengapa harus tetap mau berdesak-desakan belanja? Harus capai-capaian? Harus panas-panasan? Jika lewat online, saat di rumah bahkan di tempat tidur pun kita bisa memilih produk yang diinginkan.

Inilah dunia digital, yang bidang ekonomi pun ikut menjadi digital. Bukan tidak mungkin nantinya semua pembayaran dilakukan secara digital. Bagaimana menurut teman-teman, sudah siapkah kita menghadapinya?

#Ecodigi

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Bank Indonesia Ekonomi Digital. Bagi yang tertarik bisa lihat infonya di poster ini.

img-20181122-wa0001