Akankah Pekerjaan Customer Service Punah di Masa Depan?

Momok Abad ke-21

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis sebuah artikel tentang bisa tidaknya robot menggantikan peran dan posisi guru di kelas. Tulisan tersebut bersumber dari paparan mata kuliah Baba Sensei tentang perkembangan pendidikan, yang saat itu topik utamanya adalah keterampilan abad ke-21 yang semakin hari semakin menuntut kemampuan literasi sains dan teknologi. Karena adanya prediksi beberapa pekerjaan yang akan punah, tidak dibutuhkan manusia di dalamnya, yang akhirnya perannya akan tergantikan oleh robot. Tulisan lengkap artikel itu bisa disimak di sini.

Guru: Pekerjaan yang Tidak Dapat Digantikan oleh Robot

Namun bagaimana dengan nasib pekerjaan lainnya? Misalnya pekerjaan yang hanya berulang, tidak memerlukan kontak batin atau perasaan di dalamnya? Misalnya seperti pekerja tekstil atau pengantar surat. Kedua pekerjaan ini diprediksi akan punah karena bisa diganti oleh robot. Lalu bagaimana nasib operator telpon atau customer service? Akankah pekerjaan ini punah juga?

Perkembangan AI dan Dampaknya

Kita lihat perkembangan AI alias Artificial Intelligence ini semakin maju. Teknologi berkembang, penelitian humanoid semakin banyak, dan penerapan di berbagai bidang pun semakin marak. Peran serta robot yang dirancang dengan kecerdasan buatan ini diharapkan bisa semakin membantu kerja manusia. Sehingga pekerjaan akan lebih cepat selesai, karena seperti yang kita tahu robot tidak akan merasa lelah dan tidak akan mengobrol di sela-sela pekerjaannya. Efisiensi waktu dan tenaga dari robot ini tergolong sangat tinggi.

Beberapa peran AI pada robot ini sudah mulai diaplikasikan, seperti pelayan restoran berupa robot, penjual minuman yang berbentuk vending machine, dsb. Terasa atau tidak ketika kita berbelanja online di salah satu toko online terbesar di Indonesia, peran serta robot sudah ikut serta. Ketika kita menulis pesan pribadi, terkadang ada balasan dari sistem. Lalu akankah customer service pun ikut tergantikan?

Customer Service: Tergantikan dan Punah?

Peran customer service adalah sebagai penyelesai masalah ketika ada keluhan atau pertanyaan dari konsumen. Biasanya kita akan terhubung dan bisa berbicara secara langsung dengan mereka, setelah menghubungi dan menekan tombol tertentu. Kabarnya AI ini akan mulai menggantikan peran asli CS. AI ini diatur untuk bisa menjawab berbagai masalah yang sering ditanyakan konsumen dan menanggapinya berdasarkan seringnya masalah tersebut yang dihadapi.

Bila kita lihat sekilas hal ini akan memudahkan pelanggan. AI ini bisa bekerja selama 24 jam tanpa henti. Pelanggan akan puas dan tidak perlu menunggu sampai waktu kerja CS jika ingin mengeluhkan atau mempertanyakan suatu persoalan.

Apakah cukup hanya di situ saja? Kalau dilihat sepertinya bisa jadi CS ini perlahan akan tergeser oleh robot ini. Namun apakah sepenuhnya akan tergantikan? Kalau saya lihat peran CS yang merupakan penerima dan penyelesai masalah, tetap saja memerlukan interaksi. Bagaimanapun robot dengan AI akan melaksanakan tugas sesuai dengan kode perintah yang sudah diatur di dalam otak buatannya itu. Namun bagaimana jadinya jika ada konsumen yang bertanya di luar masalah umum yang jarang terjadi? Bisa jadi robot akan kebingungan. Oleh karena itu menurut pendapat saya, pekerjaan CS ini masih akan bertahan hingga benar-benar AI yang dikembangkan sudah sangat optimal.

Nah, salah satu perusahaan penggembang AI saat ini yang populer adalah Botika. Dikembangkan dengan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik. Untuk melihat lebih jauh info tentang botika ini bisa disimak di http://botika.online/blog/. Meskipun menjadi dua mata pisau, perkembangan AI seperti botika ini tidak bisa dielakkan. Kita bisa melihat penerapan dan kegunaan AI di berbagai produk, seperti botika yang memiliki banyak produk yang bisa dilihat di sini.

Intinya kita tetap harus bijak menggunaakn AI ini. Karena bagaimanapun saat berinteraksi dengan manusia akan berbeda dengan robot. Namun tetap saja kita pun tidak bisa menghindari perkembangan AI yang semakin pesat ini.

Palembang, 30 Juli 2019

Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes blog sobat botika

Tips Menyapih dan Toilet Training Ala Abu Afnan

Assalamualaikum wr.wb,

Teman-teman pasti heran, loh kok tips parentingnya ala Abinya Afnan? Biasanya ibu-ibu yang punya tips parenting kan… Nah, karena biasanya untuk ilmu parenting saya suka baca dan aplikasikan dari artikel parenting, ternyata apa yang tertulis dan terealisasi di lapangan seringkali berbeda. Dan malah yang manjur adalah tips dari Aa, alias abu Afnan. Seperti apa tips parentingnya?

IMG_6862

Abu Afnan dan Sang Jagoan Cilik 

Menyapih Ala Ummu VS Abu Afnan

Berhubung saya sering banget baca artikel tentang menyapih dengan cinta alias WWL, akhirnya saya pun terinspirasi untuk melakukan hal itu. Melakukan sounding, jauh sebelum waktu menyapih. Saya dan suami sepakat untuk menyapih pas di dua tahun Afnan. Saya pun mengikuti saran artikel tersebut. Namun dekat di 2 bulannya Afnan, sepertinya belum ada hasil apapun. Saya pun bertanya pada mama, kalau dulu kami disapih seperti apa? Mama bilang, mama olesin betadine di putingnya. Jadi kami otomatis berhenti menyusui. Hm, tapi yang saya baca itu bukan menyapih dengan cinta.

Suami pun menyarankan hal lain. Karena kami akan segera berangkat haji beberapa bulan lagi, otomatis Afnan harus segera disapih di 2 tahunnya ini. Suami menyarankan untuk mengolesi puting dengan minyak telon. Awalnya saya ragu dan gak mau. kata saya takut gak WWL, bi… Cuma abu Afnan keukeuh dan bilang kalau kayak gitu bakal lama. Akhirnya saya pun mengikuti sarannya, dan saya olesi minyak telon sedikit. Hasilnya? Afnan ternyata berhenti menyusu dan langsung menunjukkan ekspresi kepedesan, hah hah hah. Setelah itu, setiap dia melihat ‘nenen’, Afnan akan bilang nenen pedes… 😀 Dan teknik ini berhasil. Maafkan lah kalau kami tidak menuruti artikel dari para ahli parenting. Tapi ternyata dengan minyak telon tidak membuat anak ketakutan. Afnan masih senyum-senyum juga, dan paham kalau jatahnya sudah selesai.

Toilet training Abu Afnan yang Sangat Ringkas

Jika saya butuh waktu lama untuk mengenalkan aktifitas di toilet, seperti BAK dan BAAB, ternyata bagi Abu Afnan hanya butuh beberapa hari. Kalau saya hanya melepas popok saat siang hari, namun Abu Afnan langsung ekstrem malam hari pun harus dibuka. Dan ternyata mempan. Afnan pipis sebelum tidur, dan dia akan terbangun jika akan pipis. Akhirnya pas di 2 tahun juga, kami sudah berhenti membeli popok. 😀

Ternyata tidak selamanya tips parenting yang saya baca di artikel bisa terlaksana dengan baik dan cepat. Malah ide ekstrem dan Abu Afnan lah yang berhasil diterapkan. Jazakallah Aa… 😀

Palembang, 18 Juli 2019

Perlukah Salat Sunah Rawatib Saat Haji dan Umrah?

Bahasan ini memerlukan pengetahuan agama yang mumpuni. Ada sebagian yang berpendapat sebaiknya kita memperbanyak thawaf sunnah saat ibadah haji dan umrah. Namun ada juga yang menyatakan tetap salat sunah dianjurkan. Karena kita tahu pahala salat di masjidil haram ini begitu besar.

Beberapa referensi sebagai pengetahuan mengenai masalah ini, bisa kita simak di ceramah ustadz dan penjelasan beberapa situs keagamaan seperti https://islamqa.info/id/answers/34869/kekeliruan-saat-masuk-masjidil-haram

Sehingga dari sini kita sadar, masih banyak ilmu agama yang perlu kita kaji dan pelajari. Karena masih banyak hal yang belum kita ketahui.

Madinah dan Kenangannya

Setelah melaksanakan haji wada’, itu artinya kami akan segera melakukan perpisahan dengan kota Mekkah. Sekitar tengah hari rombongan HIS bergegas untuk meninggalkan Mekkah. Dengan menggunakan bus kami akan menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam ke kota nabi, tempat hijrah nabi, yaitu Madinah almunawwaroh alias kota yang bercahaya. Di perjalanan kami mendapat kabar duka. Salah satu jama’ah rombongan bus lainnya harus berpulang. Beliau adalah Hiroshi san, seorang muallaf Jepang. Selama interaksi di tenda ikhwan, suami bilang kondisi kesehatan beliau memang sedang tidak fit. Namun semangatnya untuk menunaikan ibadah ini begitu tinggi. In sya Allah husnul khatimah Ya rabb…

Ada sejumlah prosedur yang kami ikuti untuk meninggalkan Mekkah ini. Seperti pengecekan di pintu keluar, dll. Alhamdulillah kami sampai di Madinah sekitar waktu isya. Saya memilih untuk beristirahat dulu di hotel, sementara suami langsung bersama rombongan bapak-bapak ke masjid. Semua rombongan HIS baik itu yang transit Filipina, yang menggunakan Ettihad, ataupun rombongan saya yang transit di Colombo Srilanka, ditempatkan di satu hotel yang sama yaitu Riadh Alzahra Hotel. Letak hotel ini tidak jauh dari Masjid Nabawi, yaitu di belakang perpustakaan King Abdul Azis. Hanya sekitar 3-5 menit kami bisa masuk ke masjid melalui pintu no. 7 atau 8.

Madinah ini adalah kota yang hijau, banyak pohon kurma terdapat di mana-mana. Sehingga konon harga kurma di sini lebih murah dibandingkan di Mekkah. Dan yang paling membuat saya menangis, terharu, dan bahagia adalah saat akan memasuki raudoh untuk mengunjungi makam nabi Muhammad saw. Hati ini sedih dan membayangkan seandainya diri ini bisa berada di zaman nabi dan para sahabat,  belajar agama langsung, menanyai masalah keagamaan secara langgsung, dll. Tidak bisa tergambarkan bagaimana terenyuhnya hati ini. Kenangan selama di Madinah ini, saya tuliskan di beberapa postingan, seperti:

Menjadi Lidah Arab Selama di Mekkah, Kembali Meng-Indonesia di Madinah

Madinah dan Pengalaman Masuk Taman Surga Raudhoh

Sightseeing di Madinah: Masjid Kuba, Kebun Kurma, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud

Masya Allah, sama rindunya dengan Mekkah. Madinah ini menyimpan banyak kenangan. Dan dari suami berdasarkan salah satu riwayat hadits, akhirnya saya tahu, kota Madinah ini adalah salah satu kota yang tidak akan bisa dimasuki dajjal juga. Semoga kita diberikan kesempatan untuk bisa kembali ke tempat ini. aamiin,

Info Haji dari KMII Jepang

Mudahnya pergi haji dari Jepang, ternyata belum terlalu diketahui banyak orang terutama warga Indonesia yang sedang bermukim di Jepang sana. Padahal ternyata info haji dari Jepang ini difasilitasi dengan sangat baik. Mulai dari travel penyelenggara yang menyediakan informasi secara lengkap via media sosial, web, ataupun kita bisa mengontak langsung via email ataupun telpon. Dan ternyata KMII (Keluarga Masyarakat Islam Indonesia) di Jepang, yang berpusat di Shinagawa, Tokyo turut serta berbagi info tentang haji dari Jepang ini. Kita bisa membuka web nya di http://www.kmii-jepang.net/haji/faq-haji/ atau ada info secara lengkap di fb KMII-Jepang. Silakan untuk selalu memantau informasi dari media-media tersebut. 🙂

Camii Mosque: Beautiful Mosque with Turkish Culture in Japan

Bismillahirrahmanirrahiim…

53352587_2330104383875538_2819830129302175744_n

Interior ruangan bagian atap masjid. Dok: Rahmi Rahmatillah

Sepertinya di tanah air, sedang rame-ramenya pemberitaan artis terkenal yang menikah di masjid Camii (東京ジャーミイ), Jepang. Nah, di postingan kali ini saya akan berbagi tentang gambaran masjid Camii ini. Masjid Camii ini terletak di Shibuya, Tokyo. Masjid terbesar di Jepang, dengan bangunan unik nan cantik ala gaya arsitek Turki. Alamat masjid ini di 1-19 Oyama-cho, Shibuya-ku, Tokyo 151-0065, JAPAN.

af51162f-b8d5-4b65-aef8-b733d0950476

Dok: Rahmi Rahmatillah

Waktu itu kami mengunjungi masjid ini saat ke Tokyo di musim panas tahun  2017 lalu. Konon pada awal berdirinya masjid ini bergabung dengan sekolah yang berdekatan dengan masjid ini yaitu pada tahun 1938 oleh para imigran Baskhir dan Tatar asal Rusia yang datang ke Jepang. Jika kita lihat gaya arsiteknya, memang khas Turki. Ornamen yang cantik dan indah dan beberapa hiasan kaligrafinya.

53152882_383559499107523_3806445758564007936_n

Di dalam masjid. Dok: Rahmi Rahmatillah

52893689_588648528265907_7660225295135277056_n52884277_638340453284489_8815845198845181952_n

53761169_538136643345371_1825310656409108480_n

Di pintu masuk ke ruang souvenir. Dok: Rahmi Rahmatillah

Saat kami ke sini, kami naik JR Lokal Chiyoda line dari stasiun Shibuya (setelah melihat hachiko) untuk kemudian berhenti di stasiun Yoyogi-uehara. Dari stasiun kami berjalan sekitar 5 menit untuk sampai ke masjid. Untuk area wudhu kami harus turun ke lantai bawah, yang dari luar penampakannya tidak seperti arah toilet. Dan untuk perempuan, tempat salatnya di lantai atas. Dilarang makan, minum, dan tidur di masjid ini. Ada hal menarik lainnya yaitu disediakannya pakaian tertutup, dan kain untuk penutup sebagaimana hijab yang harus digunakan pengunjung yang belum berbusana sesuai aturan islam.

52956293_412768952625037_8885050182979289088_n

Masjid Camii dari Seberang Jalan. Dok: Rahmi Rahmatillah

53160411_300345627293544_3710852040096743424_n

Baju yang harus dikenakan pengunjung bila berbusana minim. Dok: Rahmi Rahmatillah

53397856_361810197998739_3595785970701565952_n

Tangga ke bawahnya menuju toilet. Dok: Rahmi Rahmatillah

53323518_609811802815436_9092238778273103872_n

Tempat donasi dan kain penutup kepala. Dok: Rahmi Rahmatillah

Lalu berdekatan dengan masjid, ada tempat souvenir dan ruangan seperti perapian dengan bendera Turki dan Jepang yang dipasang berdampingan. Bahkan disediakan kumpulan doa dalam bahasa Inggris, Arab, Turki dan Jepang. Dan ada kartu pos cantik ala masjid Camii di tempat souvenir ini. Alhamdulillah, semoga bisa kembali ke tempat ini lagi nantinya.

52918142_818296438503414_4042254843392294912_n

Masih di ruang souvenir. Dok: Rahmi Rahmatillah

53192456_372773709985330_734663690808197120_n

Bendera Jepang-Turki. Dok: Rahmi Rahmatillah

53531860_291199024908717_705245402508558336_n

Ruang perapian ala Turki di ruang souvenir. Dok: Rahmi Rahmatillah

Menjelajah Yufuin Floral Village: The England Atmosphere Hidden in Japan

Bismillahirrahmanirrahiim…

Kali ini saya ingin berbagi kisah perjalanan ke salah satu tempat keren di daerah Yufuin, Oita. Ya, sebelum saya pulang ke Indonesia saya menjelajah daerah Kyushu menggunakan Kyushu JR Pass untuk bisa pergi ke beberapa tempat di area Kyushu dengan biaya transportasi lebih murah. Dan kali ini, saya ingin bercerita tentang Yufuin Floral Village. Sebuah desa dengan atmosfer bernuansa Inggris. Ketika berada di sini, kita berasa masuk di negeri dongeng Inggris seperti Peter Rabbit, Kiki’s bakery, dll.

W7X394dx

Yufuin Floral Village

Di manakah letaknya tempat cantik ini?

Letaknya yaitu di 湯布院町川上1503-3 (Yufuin machi) Buka dari Senin-Minggu dari jam 09.30-17.30 JST. Tepatnya Yufuin ini di daerah Oita.

Bagaimana Caranya Menuju ke Sana?

Dari Fukuoka (Hakata eki) kita harus menggunakan kereta ke arah Oita. Saat itu agar lebih murah, adik menyarankan untuk membeli JR Kyushu Rail Pass. Caranya mudah, tinggal beli di eki. Khusus untuk pelajar dan para pemegang visa turis, Sehingga saat itu saya dan adik serta mama, bisa membeli JR Kyushu rail pass ini.

Sementara untuk Afnan belum perlu karena masih berusia 2 tahun. Jika mempunyai tiket ini, kita bisa menggunakannya sepuasnya di area Kyushu selama 3 atau 5 hari, tergantung pilihan tiket kita saat membeli. Kami memutuskan untuk memilih tipe yang 3 hari, karena kemungkinan bisa berjalan-jalan sebelum pulang di 3 hari tersebut. Dan kami hanya memilih jenis tiket untuk Kyushu bagian utara saja seharga JPY 8500 atau sekitar Rp 900.000 an. Karena akan digunakan ke Mojiko, Yufuin, Huis Ten Bosch, dan di daerah sekitaran Fukuoka.

DSCF3396

Kursi di Kereta Sonic yang Harus Kami Putar Arahnya

Setelah membeli tiket tersebut, kami tinggal naik kereta. Saat itu dari Kyushukodaimae eki, stasiun terdekat dari universitas dan apato adik, kami menggunakan kereta lokal ke Kokura, dan jenis keretanya mirip sonic yang cepat. Di Kokura, kami harus membalikkan arah kursi sendiri. Baru setelah itu perjalanan panjang hingga ke Oita. Di Beppu, Oita kami berpindah ke kereta yang lebih kecil yaitu kereta lokal ke Yufuin. Sepanjang perjalanan, suasana pedesaan banyak kami temui. Banyak stasiun kecil juga yang terlihat kuno, namun antik. Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya kami sampai di Yufuin. Ternyata ada kereta antik mahal yang bisa kita gunakan juga ke Yufuin ini. Namun memang harus bayar lagi, karena tidak termasuk di tiket JR Kyushu rail pass.

Dan inilah Yufuin…

X5QenMclbd_zboBd5Tt9jQhZdqNd-RLv

Cantik

Unik

Antik…

Yuk, yang ada rencana ke Jepang. Singgah di Yufuin ini…