Liburan Murah Meriah Main Rekreasi Air di Danau Tanah Mas

Saat liburan semester kemarin sekitar 2 minggu, kami sekeluarga memutuskan untuk tidak mudik ke Jakarta. Berhubung saat libur lebaran, sudah lumayan ongkos yang harus kami keluarkan. Akhirnya kami tinggal di asrama sekolah dan merencanakan liburan yang dekat saja di Palembang.

Berhubung beberapa ikon penting kota Palembang sudah kami kunjungi, dan jarangnya wisata alam di Palembang, kami pun banyak menghabiskan waktu untuk wisata kuliner atau jalan-jalan di mall. Namun mumpung lagi kumpul dan liburan, rasanya ingin pergi jalan-jalan sambil ngasuh Afnan. Akhirnya pilihan wisata air alias berenanglah yang kami rasa tepat.

Beberapa taman rekreasi air sudah kami kunjungi. Mulai dari yang terdekat seperti Opi water fun, sampai yang terjauh yaitu Amanzi sudah pernah Afnan rasakan. Namun abinya Afnan belum pernah ke Amanzi. Cek dan ricek harga tiket Amanzi saat liburan ternyata sangat mahal. Akhirnya abinya Afnan mencari info taman rekreasi air lain, dan dia menemukan Danau Tanah Mas.

Pada awalnya saya pikir itu danau, yang hanya untuk gelar tikar, lihat pemandangan dan air, seperti di situ-situ di Sukabumi. Namun ternyata di sini ada kolam renangnya juga, dan saya baru tahu.

Tempatnya lumayan jauh. Masuk di Kabupaten Banyuasin, perbatasan dengan kota Palembang. Berdekatan dengan lorong masuk ke Amanzi water park. Awalnya kami khawatir, karena harus masuk jalanan yang cukup jelek dan terkesan sepi. Tapi sesaat hampir sampai, kami menemukan tanda papan danau tanah mas.

Parkir motor hanya Rp 1000. Tiket bisa kita beli di tempat, ataupun melalui aplikasi seperti traveloka. Kami sudah membelinya sehingga cukup memperlihatkan barcode tiket ke petugas, dan kita akan dipersilakan masuk. Harga tiket sangat murah, yaitu Rp 17.000. Dan saat kami masuk, pengunjung ternyata sangat ramai. Mungkin karena harga yang murah, dan kita diperbolehkan untuk membawa makanan dari luar.

Banyaknya kolam di sini untuk anak. Namun ada juga kolam yang kedalamannya sekitar 150 cm untuk dewasa. Beberapa papan seluncur masih bisa dipakai, namun banyaknya sudah tidakdapat digunakan.

Untuk penyewaan ban sekitar Rp 25.000, dan sewa loker Rp 25.000 dengan uang jaminanRp 10.000. Jika kita tidak membawa makanan, jangan khawatir. Di dalam pun banyak penjual, dan harganya kalau saya bandingkan sama saja dengan di luar. Seperti es campur Rp 6000 ataupun mie ayam Rp 13.000

Lumayan juga berwisata di sini sangat menyenangkan. Afnan pun senang karena banyaknya patung hiu dan lumba-lumba yang bisa dinaiki di dalam kolam. Sehingga sampai jam 4 sore pun Afnan tidak mau beranjak dari kolam. Yang datang ke Palembang patut dicoba! Karena susah angkutan ke sini, sebaiknya bawa motor atau menggunakan angkutan online. Selamat jalan-jalan!

Perlukah Salat Sunah Rawatib Saat Haji dan Umrah?

Bahasan ini memerlukan pengetahuan agama yang mumpuni. Ada sebagian yang berpendapat sebaiknya kita memperbanyak thawaf sunnah saat ibadah haji dan umrah. Namun ada juga yang menyatakan tetap salat sunah dianjurkan. Karena kita tahu pahala salat di masjidil haram ini begitu besar.

Beberapa referensi sebagai pengetahuan mengenai masalah ini, bisa kita simak di ceramah ustadz dan penjelasan beberapa situs keagamaan seperti https://islamqa.info/id/answers/34869/kekeliruan-saat-masuk-masjidil-haram

Sehingga dari sini kita sadar, masih banyak ilmu agama yang perlu kita kaji dan pelajari. Karena masih banyak hal yang belum kita ketahui.

Madinah dan Kenangannya

Setelah melaksanakan haji wada’, itu artinya kami akan segera melakukan perpisahan dengan kota Mekkah. Sekitar tengah hari rombongan HIS bergegas untuk meninggalkan Mekkah. Dengan menggunakan bus kami akan menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam ke kota nabi, tempat hijrah nabi, yaitu Madinah almunawwaroh alias kota yang bercahaya. Di perjalanan kami mendapat kabar duka. Salah satu jama’ah rombongan bus lainnya harus berpulang. Beliau adalah Hiroshi san, seorang muallaf Jepang. Selama interaksi di tenda ikhwan, suami bilang kondisi kesehatan beliau memang sedang tidak fit. Namun semangatnya untuk menunaikan ibadah ini begitu tinggi. In sya Allah husnul khatimah Ya rabb…

Ada sejumlah prosedur yang kami ikuti untuk meninggalkan Mekkah ini. Seperti pengecekan di pintu keluar, dll. Alhamdulillah kami sampai di Madinah sekitar waktu isya. Saya memilih untuk beristirahat dulu di hotel, sementara suami langsung bersama rombongan bapak-bapak ke masjid. Semua rombongan HIS baik itu yang transit Filipina, yang menggunakan Ettihad, ataupun rombongan saya yang transit di Colombo Srilanka, ditempatkan di satu hotel yang sama yaitu Riadh Alzahra Hotel. Letak hotel ini tidak jauh dari Masjid Nabawi, yaitu di belakang perpustakaan King Abdul Azis. Hanya sekitar 3-5 menit kami bisa masuk ke masjid melalui pintu no. 7 atau 8.

Madinah ini adalah kota yang hijau, banyak pohon kurma terdapat di mana-mana. Sehingga konon harga kurma di sini lebih murah dibandingkan di Mekkah. Dan yang paling membuat saya menangis, terharu, dan bahagia adalah saat akan memasuki raudoh untuk mengunjungi makam nabi Muhammad saw. Hati ini sedih dan membayangkan seandainya diri ini bisa berada di zaman nabi dan para sahabat,  belajar agama langsung, menanyai masalah keagamaan secara langgsung, dll. Tidak bisa tergambarkan bagaimana terenyuhnya hati ini. Kenangan selama di Madinah ini, saya tuliskan di beberapa postingan, seperti:

Menjadi Lidah Arab Selama di Mekkah, Kembali Meng-Indonesia di Madinah

Madinah dan Pengalaman Masuk Taman Surga Raudhoh

Sightseeing di Madinah: Masjid Kuba, Kebun Kurma, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud

Masya Allah, sama rindunya dengan Mekkah. Madinah ini menyimpan banyak kenangan. Dan dari suami berdasarkan salah satu riwayat hadits, akhirnya saya tahu, kota Madinah ini adalah salah satu kota yang tidak akan bisa dimasuki dajjal juga. Semoga kita diberikan kesempatan untuk bisa kembali ke tempat ini. aamiin,

Info Haji dari KMII Jepang

Mudahnya pergi haji dari Jepang, ternyata belum terlalu diketahui banyak orang terutama warga Indonesia yang sedang bermukim di Jepang sana. Padahal ternyata info haji dari Jepang ini difasilitasi dengan sangat baik. Mulai dari travel penyelenggara yang menyediakan informasi secara lengkap via media sosial, web, ataupun kita bisa mengontak langsung via email ataupun telpon. Dan ternyata KMII (Keluarga Masyarakat Islam Indonesia) di Jepang, yang berpusat di Shinagawa, Tokyo turut serta berbagi info tentang haji dari Jepang ini. Kita bisa membuka web nya di http://www.kmii-jepang.net/haji/faq-haji/ atau ada info secara lengkap di fb KMII-Jepang. Silakan untuk selalu memantau informasi dari media-media tersebut. 🙂

Jambee Kleng dan Pineung: Tanaman Potensial Aceh Timur untuk Pembelajaran Kreatif Kimia Topik Asam Basa

Mengabdi di daerah terpencil bukan berarti menyurutkan langkah dan semangat para pendidik profesional untuk terus belajar berinovasi dan semakin kreatif dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Teringat dengan motivasi dari Bapak Dr. Wawan Wahyu, S.Pd., M.Pd, seorang dosen hebat selama saya studi di S1 Jurusan Pendidikan Kimia UPI yang fokus mendalami pembelajaran kimia, menyampaikan saat seorang guru berada di daerah terpencil sekalipun, tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan praktikum. Tidak boleh kita jadikan alasan bahwa di daerah terpencil serba terbatas, tidak ada bahan dan alat kimia. Karena sejatinya kimia merupakan mata pelajaran rumpun sains, yang dalam pembelajarannya sudah seharusnya kita kenalkan sifat ilmiah kepada siswa untuk belajar menjadi ilmuwan dengan melakukan penelitian. Bukan sekadar menuliskan teori, menjelaskan konsep, menghapal rumus, dan menyelesaikan soal. Saat itu beliau menggambarkan konsep destilasi (penyulingan) dengan menggunakan inovasi alat sederhana. Dari pembelajaran dengan beliau, ada sebuah tanggung jawab bagi kami, para guru kimia, untuk bisa menjalankan amanah yaitu pembelajaran kimia kreatif dengan menggunakan praktikum meskipun hanya menggunakan media berupa alat dan bahan seadanya.

Setelah mendapatkan amanah tersebut dan kami tiba di tempat penugasan rasanya memang sangat berbeda. Mendidik di sekolah yang serba lengkap alat dan bahan praktikumnya, sungguh sangat mudah. Saat itu saya ditugaskan di sekolah yang jika dibandingkan dengan teman-teman lainnya memang masih harus saya
syukuri. Sekolah tempat tugas saya adalah Sekolah Menengah Atas, yang ternyata alat-alat praktikum kimianya tergolong cukup lengkap. Namun tantangan saat itu adalah menghidupkan kembali laboratorium yang sudah lama penuh debu, dan alat praktikum hibah yang belum tersentuh sama sekali.

Tantangan kembali datang saat akan melaksanakan praktikum asam basa. Kertas lakmus dan indikator universal saat itu tidak ada sama sekali di sekolah. Namun saya teringat, kita bisa menggunakan indikator alam dari tumbuhan sekitar sebagai penggantinya. Di bangku sekolah maupun buku pelajaran, kita familiar menggunakan kunyit, daun kertas (bougenville), ataupun kol ungu sebagai indikator alam. Perubahan warna yang mencolok dari ketiga tanaman tadi memang bisa kita manfaatkan untuk pembeda mana larutan yang bersifat asam, dan mana yang basa. Tetapi, apa jadinya jika di tempat penugasan tidak ada kol ungu? Apalagi harga kol ungu ini sangat mahal, dan biasanya hanya dijual di pasar besar atau supermarket. Berarti sebuah pembelajaran kimia kreatif dengan menggunakan bahan alami lainnya harus kita temukan.

Screenshot_799

Beberapa contoh tumbuhan untuk indikator alami asam basa. Sumber: https://www.amongguru.com/pengertian-dan-jenis-jenis-indikator-asam-basa-beserta-contohnya/

Melihat daerah penugasan di Kabupaten Aceh Timur yang kaya akan tanaman jamblang (jambee kleng) dan pinang (pineung), terlintaslah sebuah ide untuk mencari referensi terlebih dahulu tentang kedua tanaman tersebut. Tanaman jamblang memiliki buah buni yang berbentuk lonjong atau bulat telur dengan daging buah berwarna putih kekuningan hingga warna keunguan. Jika kita tambahkan jambee kleng ke larutan asam kuat seperti H2SO4 (asam sulfat) akan memberikan warna merah, sementara saat ditambahkan ke larutan asam lemah seperti CH3COOH (asam cuka) akan memberikan perubahan warna menjadi pink. Pada basa kuat, akan memberikan perubahan warna hijau dan biru muda pada basa lemah. Karakter tanaman jambee kleng dalam memberikan perubahan warna pada larutan sangat mirip dengan kol ungu, yang bisa kita gunakan sebagain indikator universal. Namun tentunya lebih murah dan mudah didapatkan bukan? Karena kita tinggal memetik buah dari pohon ini di sekitar area sekolah atau sekitar hutan-hutan.

Begitupun dengan buah pinang. Hasil ekstraksi buah pinang yang berwarna oranye ini akan memberikan perubahan warna oranye terang pada larutan asam. Sedangkan pada larutan basa tetap oranye. Sehingga kita bisa simpulkan buah pinang ini berpotensi sebagai indikator basa yang menimbulkan perubahan hanya pada larutan basa. Karakter buah pinang ini mirip dengan kunyit.

Ternyata benar adanya jika alam ini sangat kaya. Tinggal bagaimana seorang guru bisa mengkreasikan dan menggali kekayaan alam tersebut untuk terwujudnya pembelajaran sains seperti kimia yang semakin kreatif, meskipun di daerah terpencil sekalipun.

Palembang, Juni 2019

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis artikel peringatan harlah ke-4 MSI (Masyarakat SM-3T Indonesia)

Jangan Menyerah Ketika Mulai Berhijrah

Assalamualaikum wr.wb,

Sepertinya sudah lama tidak menyapa blog ini. Dan sekalinya ada tema menarik, langsung terpikir untuk segera menuliskannya. Hijrah, satu kata yang menarik untuk diceritakan. Dan kata ini mengandung makna yang mendalam bagi setiap orang yang melakukannya. Sebut saja bagaimana peristiwa hijrah Rasul dari Mekkah ke Madinah, dalam rangka memperluas dakwah islam di muka bumi ini. Lambat laun kata hijrah pun mengalami perluasan makna, yang tidak hanya berarti pindah tepat. Memilih untuk berpindah ke hal yang lebih baik pun ternyata disebut hijrah. Dan saya akan menuliskan cerita hijrah saya di artikel kali ini.

Bagi saya mendengar kata hijrah selalu teringat lagu Bestari, yang liriknya sebagai berikut:

Telah kuputuskan untuk selalu taat hanya satu kepada Allah
Bukan pada dunia yang membuatku lupa dan terjebak nafsu durjana
Sungguh aku ingin masuk surga, tak ingin neraka yang menyala

Lalu aku pun berubah tinggalkan masa laluku yang gulita
Berpakaian Islami walau dilarang mami namun Allah tetap dihati.
Sungguh aku ingin masuk surga, jadi aku ingin insyaf saja..

**
Semua kawanku bilang
Aku tak lagi menawan
Rambut tak kelihatan
Muka tanpa polesan
Body kupun tidak dipamerkan

Sholatku jadi rajin nyontekpun kutinggalkan mengkaji Qur’an kegemaranku
Lalu doiku lari, kawan-kawanku pergi, namun Allah tetap di hati.
Sungguh aku ingin masuk surga, jadi aku ingin insyaf saja..

Lalu aku pun berubah tinggalkan masa laluku yang gulita
Berpakaian Islami walau dilarang mami namun Allah tetap dihati.
Sungguh aku ingin masuk surga, jadi aku ingin insyaf saja..

Cerita hijrah ini pasti sering kita dengar, dan saya pun mengalaminya. Berubah penampilan menjadi semakin baik, dengan berpakaian islami. Memutuskan tidak pacaran, dan lebih bertahan sebagai jomblo. Alhamdulillah, untuk urusan pakaian saya sudah dikenalkan keluarga sejak kecil untuk berhijab. Meskipun baru sepenuhnya menggunakan gamis saat di bangku kuliah. Untuk urusan pacaran pun, alhamdulillah tidak pernah sekalipun saya terbujuk. Melihat teman yang pacaran, rasanya melelahkan. Terkadang menangis mendadak, khawatir berlebihan, bahkan uring-uringan tidak karuan. Jelas dari situ saya semakin yakin, NO PACARAN. Dan agama pun sudah jelas melarangnya, Jangan mendekati zina. Dan jelas-jelas pacaran adalah aktifitas yang mendekatkan kita pada zina. Hm, hm, hm.

Namun di keluarga kami masih mengenal bank konvensional. Dimana transaksi di sana masih saja kita tidak bisa mengelak dari riba. Meskipun saat ini sudah ada solusi bank syariah, namun ternyata praktek untuk bisa total syariah juga masih sulit. Lalu bagaimana? Guru agama saat di aliyah dulu memberikan solusi sebagai berikut: Kita pantau terus bunga yang dikasih bank. Biasanya tabungan yang sedikit, bunganya pun sedikit. Beliau menyarankan buka tabungan khusus untuk penyimpanan bunga yang didapat dari rekening sebelumnya. Akun tabungan khusus bunga tadi, bisa digunakan untuk kepentingan umum seperti membeli lampu untuk penerangan di jalan umum. Memang sulit, tapi daripada tidak sama sekali.

Ada juga cerita teman yang totalitas berhijrah dengan cara berhenti dari pekerjaannya sebagai pegawai bank. Patut diacungi jempol. Namun jika masih ada yang sulit untuk berhenti, jangan lantas kita olok-olok. Yakinlah setiap orangg itu pasti tidak mau terlibat dengan riba ini.

Masih banyak cerita hijrah dari riba ini. Tentunya sangat panjang kalau diceritakan dengan detail. Intinya beranilah berhijrah, meskipun itu sulit!

Palembang, Mei 2019

 

 

Camii Mosque: Beautiful Mosque with Turkish Culture in Japan

Bismillahirrahmanirrahiim…

53352587_2330104383875538_2819830129302175744_n

Interior ruangan bagian atap masjid. Dok: Rahmi Rahmatillah

Sepertinya di tanah air, sedang rame-ramenya pemberitaan artis terkenal yang menikah di masjid Camii (東京ジャーミイ), Jepang. Nah, di postingan kali ini saya akan berbagi tentang gambaran masjid Camii ini. Masjid Camii ini terletak di Shibuya, Tokyo. Masjid terbesar di Jepang, dengan bangunan unik nan cantik ala gaya arsitek Turki. Alamat masjid ini di 1-19 Oyama-cho, Shibuya-ku, Tokyo 151-0065, JAPAN.

af51162f-b8d5-4b65-aef8-b733d0950476

Dok: Rahmi Rahmatillah

Waktu itu kami mengunjungi masjid ini saat ke Tokyo di musim panas tahun  2017 lalu. Konon pada awal berdirinya masjid ini bergabung dengan sekolah yang berdekatan dengan masjid ini yaitu pada tahun 1938 oleh para imigran Baskhir dan Tatar asal Rusia yang datang ke Jepang. Jika kita lihat gaya arsiteknya, memang khas Turki. Ornamen yang cantik dan indah dan beberapa hiasan kaligrafinya.

53152882_383559499107523_3806445758564007936_n

Di dalam masjid. Dok: Rahmi Rahmatillah

52893689_588648528265907_7660225295135277056_n52884277_638340453284489_8815845198845181952_n

53761169_538136643345371_1825310656409108480_n

Di pintu masuk ke ruang souvenir. Dok: Rahmi Rahmatillah

Saat kami ke sini, kami naik JR Lokal Chiyoda line dari stasiun Shibuya (setelah melihat hachiko) untuk kemudian berhenti di stasiun Yoyogi-uehara. Dari stasiun kami berjalan sekitar 5 menit untuk sampai ke masjid. Untuk area wudhu kami harus turun ke lantai bawah, yang dari luar penampakannya tidak seperti arah toilet. Dan untuk perempuan, tempat salatnya di lantai atas. Dilarang makan, minum, dan tidur di masjid ini. Ada hal menarik lainnya yaitu disediakannya pakaian tertutup, dan kain untuk penutup sebagaimana hijab yang harus digunakan pengunjung yang belum berbusana sesuai aturan islam.

52956293_412768952625037_8885050182979289088_n

Masjid Camii dari Seberang Jalan. Dok: Rahmi Rahmatillah

53160411_300345627293544_3710852040096743424_n

Baju yang harus dikenakan pengunjung bila berbusana minim. Dok: Rahmi Rahmatillah

53397856_361810197998739_3595785970701565952_n

Tangga ke bawahnya menuju toilet. Dok: Rahmi Rahmatillah

53323518_609811802815436_9092238778273103872_n

Tempat donasi dan kain penutup kepala. Dok: Rahmi Rahmatillah

Lalu berdekatan dengan masjid, ada tempat souvenir dan ruangan seperti perapian dengan bendera Turki dan Jepang yang dipasang berdampingan. Bahkan disediakan kumpulan doa dalam bahasa Inggris, Arab, Turki dan Jepang. Dan ada kartu pos cantik ala masjid Camii di tempat souvenir ini. Alhamdulillah, semoga bisa kembali ke tempat ini lagi nantinya.

52918142_818296438503414_4042254843392294912_n

Masih di ruang souvenir. Dok: Rahmi Rahmatillah

53192456_372773709985330_734663690808197120_n

Bendera Jepang-Turki. Dok: Rahmi Rahmatillah

53531860_291199024908717_705245402508558336_n

Ruang perapian ala Turki di ruang souvenir. Dok: Rahmi Rahmatillah